RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sepak bola level elite kini menjadi ekosistem yang sangat kejam. Sebagai pundit, kami melihat bahwa kesabaran pemilik klub kini berada di titik nadir. Tekanan tinggi dan tuntutan hasil instan membuat satu rangkaian hasil buruk saja sudah cukup untuk mengakhiri karier seorang pelatih di sebuah klub besar.
Musim 2025/2026 menjadi bukti nyata betapa tidak amannya posisi manajer. Fenomena ini tidak hanya melanda klub semenjana, tetapi juga raksasa Benua Biru. Mari kami bedah daftar pelatih yang harus mengepak koper mereka lebih awal di lima liga top Eropa.
Dominasi "Pemecatan" di Premier League dan Bundesliga
Premier League kembali menjadi liga yang paling sering menelan korban. Kejutan terbesar datang dari Old Trafford saat Ruben Amorim harus mengakhiri masa tugasnya lebih cepat. Tak kalah mengejutkan, Thomas Frank harus angkat kaki dari Tottenham usai dikandaskan Newcastle, sementara Enzo Maresca gagal mempertahankan kursinya di Stamford Bridge.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Lineup Brentford vs Arsenal di Premier League, Berikut Link Live Streaming
Di Bundesliga, nama besar seperti Erik ten Hag ternyata tidak kebal dari pemecatan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) di Bayer Leverkusen. Setelah presentasi megah di pertengahan 2025, ia harus meninggalkan BayArena lebih awal karena performa tim yang dianggap tidak sesuai ekspektasi manajemen.
Daftar Lengkap Pelatih yang Lengser (Musim 2025/2026)
Berikut adalah rangkuman data yang kami kumpulkan dari lima liga besar Eropa:
1. Premier League (Inggris)
-
Thomas Frank (Tottenham)
-
Ruben Amorim (Manchester United)
-
Enzo Maresca (Chelsea)
-
Nuno Espirito Santo (Nottingham Forest)
-
Ange Postecoglou (Nottingham Forest)
-
Sean Dyche (Nottingham Forest)
-
Graham Potter (West Ham)
-
Vitor Pereira (Wolves)
2. La Liga (Spanyol)
-
Xabi Alonso (Real Madrid) – Sebuah kejutan besar mengingat reputasinya.
-
Sergio Francisco (Real Sociedad)
-
Veljko Paunovic (Real Oviedo)
-
Julian Calero (Levante)
-
Luis Carrion (Oviedo)
3. Serie A (Italia)
-
Igor Tudor (Juventus)
-
Patrick Vieira (Genoa)
-
Stefano Pioli (Fiorentina)
-
Ivan Juric (Atalanta)
-
Alberto Gilardino (Pisa)
-
Paolo Zanetti (Hellas Verona)
4. Bundesliga (Jerman)
-
Erik ten Hag (Bayer Leverkusen)
-
Gerardo Seoane (Borussia Monchengladbach)
-
Dino Toppmöller (Eintracht Frankfurt)
-
Sandro Wagner (Augsburg)
-
Bo Henriksen (Mainz)
-
Paul Simonis (Wolfsburg)
-
Horst Steffen (Werder Bremen)
5. Ligue 1 (Prancis)
-
Roberto De Zerbi (Marseille) – Berpisah usai kekalahan telak 0-5 dari PSG.
-
Adi Hutter (Monaco)
-
Franck Haise (Nice)
-
Liam Rosenior (Strasbourg)
-
Luis Castro (Nantes)
-
Stephane Le Mignan (Metz)
-
Habib Beye (Rennes)
Efek Domino Taktik dan Keuangan
Menurut analisis kami, gelombang pergantian ini sering kali dipicu oleh ketidaksabaran terhadap proses transisi taktik. Kasus di Marseille dengan De Zerbi atau Tottenham dengan Thomas Frank menunjukkan bahwa filosofi permainan yang indah tidak lagi cukup tanpa hasil di papan skor.
Baca Juga: Mbappe Angkat Suara Soal Xabi Alonso Usai Dipecat dari Real Madrid
Selain itu, perpindahan pelatih antar-liga juga semakin dinamis. Kami melihat kecenderungan klub-klub Bundesliga dan Premier League kini lebih berani mengambil risiko finansial demi mendapatkan nama besar, namun konsekuensinya adalah pemecatan yang jauh lebih cepat jika target Liga Champions tidak tercapai. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko