Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Respons Gus Ulil soal Demonstran Pandji: PBNU Tegaskan Angkatan Muda NU Bukan Bagian Organisasi

Hakam Alghivari • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:36 WIB
Gus Ulil Abshar Abdalla.
Gus Ulil Abshar Abdalla.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gelombang protes terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy Mens Rea yang ditayangkan di Netflix terus mengundang perdebatan.

Aksi demonstrasi dan laporan hukum yang dilakukan kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) turut memicu perhatian publik dan memunculkan pertanyaan mengenai sikap resmi NU dalam polemik tersebut.

Melalui siaran Kompas TV, Rizki Abdul Rahman Wahid yang mengaku sebagai Presidium Angkatan Muda NU menyatakan pihaknya telah melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1).

Laporan tersebut berkaitan dengan materi Mens Rea yang dinilai menyinggung NU, khususnya terkait narasi konsesi tambang.

"Cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki yang juga bertindak sebagai pelapor melalui siaran Kompas TV, Kamis (9/1/).

Rizki menilai pernyataan Pandji yang menyebut konsesi tambang sebagai “imbalan” dari pemerintah telah merugikan nama baik NU.

Menanggapi perkembangan itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa kelompok yang melakukan aksi dan pelaporan tersebut tidak memiliki hubungan struktural dengan organisasi.

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan tidak ada lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan resmi NU yang menggunakan nama Angkatan Muda NU.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” ujar Gus Ulil saat dikonfirmasi, Kamis (8/1).

Gus Ulil menjelaskan, penggunaan nama NU oleh berbagai kelompok atau individu bukanlah fenomena baru.

Menurutnya, karakter NU sebagai organisasi besar dan terbuka kerap membuat nama NU digunakan oleh pihak-pihak yang bergerak secara independen, tanpa keterkaitan dengan struktur resmi.

“Sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” katanya.

Ia menambahkan, gerakan yang muncul dengan membawa nama NU sering kali bersifat spontan dan tidak berumur panjang. Dalam banyak kasus, gerakan tersebut hanya muncul untuk merespons isu tertentu lalu menghilang seiring meredanya perhatian publik. “Ada yang bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja,” sambungnya.

Di tengah polemik tersebut, Gus Ulil juga menyinggung pentingnya ruang humor dalam kehidupan masyarakat. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur publik justru harus berhadapan dengan proses hukum.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” tulisnya. (k/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#nahdlatul ulama #mens rea #pemuda #pandji pragiwaksono #Gus Ulil #netflix #muhammadiyah #nu