RADARBOJONEGORO.JAWAPS.COM - Pernahkah Anda merasa bantuan sosial (bansos) tiba-tiba terhenti padahal kondisi ekonomi masih membutuhkan? Salah satu penyebab utamanya adalah posisi Desil Anda dalam sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) atau DTSEN yang dianggap sudah mampu.
Artikel ini akan mengupas tuntas cara mengajukan penurunan desil, kriteria keluarga yang bisa lolos, hingga tips agar pengajuan Anda segera disetujui.
Mengenal Jalur Pengajuan Penurunan Desil
Ada dua jalur utama yang bisa Anda tempuh untuk memperbarui data sosial ekonomi Anda agar desil bisa turun:
-
Jalur Formal: Melalui petugas operator SIKS-NG di desa atau kelurahan setempat.
-
Jalur Partisipasi: Secara mandiri melalui fitur "Usul Sanggah" di aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial.
Penting untuk dicatat bahwa kedua jalur ini tetap akan berakhir pada proses survei lapangan (ground check) oleh petugas untuk memastikan kondisi nyata Anda sesuai dengan data yang dilaporkan.
Kriteria dan Kondisi yang Bisa Mengajukan Penurunan Desil
Tidak semua permohonan akan dikabulkan. Berikut adalah beberapa kondisi spesifik yang menjadi prioritas dalam penurunan desil:
1. Ketidaksesuaian Data Pekerjaan
Seringkali status di KTP atau KK tertulis sebagai "Karyawan" atau "Pegawai Honor/P3K", padahal kenyataannya adalah buruh tani atau nelayan. Pastikan Anda memperbarui data kependudukan terlebih dahulu sebelum mengajukan penurunan desil agar sinkron dengan kenyataan lapangan.
2. Penurunan Kondisi Ekonomi (PHK atau Bangkrut)
Jika Anda baru saja mengalami PHK, kehilangan pekerjaan, atau usaha yang ditekuni mengalami kebangkrutan, Anda berhak melapor ke petugas. Kondisi darurat seperti terdampak bencana alam juga menjadi faktor kuat untuk penurunan tingkat kesejahteraan dalam sistem.
3. Daya Listrik Rumah Tangga
Rumah dengan daya listrik di atas 1300 VA (atau daya tinggi lainnya sesuai regulasi terbaru) sering kali dianggap mampu secara ekonomi. Jika terdapat kesalahan data (misalnya KTP dipinjam untuk pasang listrik di tempat lain), Anda harus melakukan klarifikasi kepada petugas agar desil tidak melonjak tinggi.
Baca Juga: Kejutan Akhir Tahun! Cek Bansos PKH, BPNT, hingga BLT Kesra Cair Serentak di Berbagai Daerah
4. Kepemilikan Aset Kendaraan
Memiliki kendaraan (motor) dengan harga di atas Rp30 juta atau aset mewah seperti mobil dan tanah bersertifikat akan mempersulit penurunan desil. Jika aset tersebut sudah dijual namun masih tercatat, Anda wajib menyertakan bukti penjualan saat klarifikasi petugas.
Berapa Lama Proses Penurunan Desil?
Anda harus bersabar karena proses ini melibatkan verifikasi bertahap. Estimasi waktu yang dibutuhkan berkisar antara 3 hingga 6 bulan. Jika setelah pengajuan Anda belum didatangi petugas untuk survei, berarti data Anda masih berada dalam daftar tunggu sistem.
Tips Jitu: Waktu Terbaik Mengajukan Pembaruan Data
Agar data Anda cepat masuk ke aplikasi petugas (SIKS-NG) dan segera disurvei, perhatikan tips berikut:
Baca Juga: Banjir Pencairan! Cek Bansos BPNT Tahap 4 Resmi Cair Serentak di BRI, Mandiri, dan BNI
-
Ajukan di Awal Bulan: Pilihlah rentang waktu antara tanggal 1 sampai tanggal 10 setiap bulannya.
-
Data yang masuk di awal bulan biasanya akan langsung masuk ke dalam pre-list calon data yang akan disurvei ground check pada periode berjalan.
-
Pengajuan di atas tanggal 10 berisiko baru diproses 2 hingga 3 bulan kemudian.
Kesimpulan: Bansos untuk yang Membutuhkan
Penurunan desil hanya akan disetujui jika hasil survei lapangan menunjukkan kondisi yang sesuai dengan kriteria keluarga pra-sejahtera. Pemerintah saat ini sangat mempertegas bahwa bansos hanya ditujukan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan ekonomi.
Baca Juga: 7 Bansos Kemensos yang Berlanjut di 2026, Pastikan Data KPM Valid!
Pastikan Anda selalu jujur saat memberikan keterangan pada petugas survei agar bantuan sosial tetap tepat sasaran dan berkelanjutan bagi keluarga Anda. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko