Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

4 Faktor Penyebab Utama Tren Lari Semakin Populer, Dari Olahraga Sederhana Menjadi Gaya Hidup Global

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 21 Oktober 2025 | 00:39 WIB
SERU: Para pehobi lari telah siap mengikuti Bojonegoro Playon 2025 – Fun Night Run by PT Asri Dharma Sejahtera malam ini (26/7). Nikmati keseruan lari keliling kota di malam hari.
SERU: Para pehobi lari telah siap mengikuti Bojonegoro Playon 2025 – Fun Night Run by PT Asri Dharma Sejahtera malam ini (26/7). Nikmati keseruan lari keliling kota di malam hari.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Apa penyebab olahraga lari semakin populer? Bahkan, beberapa tahun terakhir tren lari terus alami kenaikan.

Terlihat dari banyaknya event lari di hampir seluruh kota. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, lari (atau running) telah bertransformasi menjadi sebuah tren gaya hidup global yang digandrungi masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.

Sehingga, fenomena ini tercermin dari maraknya acara fun run, half marathon, hingga marathon yang selalu ludes terjual tiketnya di berbagai kota.

Lalu, apa yang membuat aktivitas fisik paling mendasar ini melonjak popularitasnya di tengah hiruk pikuk kehidupan modern?

Peningkatan popularitas ini didorong oleh konvergensi antara faktor praktis, kesehatan mental, teknologi, dan sosial.

1. Aksesibilitas dan Biaya Rendah (Faktor Praktis)

Salah satu keunggulan terbesar lari adalah aksesibilitasnya yang tinggi. Dibandingkan olahraga lain yang memerlukan peralatan mahal, lapangan khusus, atau keanggotaan gym, lari hanya membutuhkan dua hal mendasar: sepatu lari yang layak dan kemauan untuk melangkah.

Fleksibilitas Waktu dan Lokasi: Lari dapat dilakukan kapan saja (pagi, siang, atau malam) dan di mana saja (di jalanan komplek, taman, atau treadmill).

Fleksibilitas ini sangat cocok untuk masyarakat urban dengan jadwal kerja yang padat, menjadikannya pilihan olahraga yang paling mudah disisipkan dalam rutinitas harian.

Investasi Minimal: Meskipun industri sepatu lari terus berkembang, biaya awal untuk memulai lari jauh lebih rendah dibandingkan olahraga berbasis keanggotaan atau perlengkapan spesifik lainnya.

2. Manfaat untuk Kesehatan Mental dan Kebugaran (Faktor Kesehatan)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental (tidak hanya fisik) telah meningkat tajam, terutama pasca-pandemi COVID-19. Lari menawarkan solusi yang terbukti secara ilmiah.

Baca Juga: Ahmad Zaki Febiansyah, Guru SMPN 1 Kasiman Peringati HUT ke-80 RI dengan Lari 25 Kilometer: Bikin Heran hingga Ditertawakan Pengguna Jalan

Pelepasan Endorfin (Runner's High): Lari adalah aktivitas yang terbukti melepaskan endorfin dan endocannabinoid, hormon yang secara alami meningkatkan suasana hati, mengurangi rasa sakit, dan menurunkan tingkat stres, kecemasan, serta gejala depresi.

Meningkatkan Kualitas Tidur: Lari teratur membantu mengatur jam biologis dan memberikan kelelahan fisik yang sehat, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas tidur.

Kesehatan Fisik Optimal: Secara fisik, lari merupakan salah satu bentuk latihan kardio terbaik yang efektif untuk menjaga kesehatan jantung, menguatkan tulang dan otot, serta membantu mengelola berat badan (membakar rata-rata sekitar 100 kalori per 1,6 km).

3. Komunitas, Pencapaian, dan Media Sosial (Faktor Sosial-Budaya)

Lari telah bertransformasi dari kegiatan soliter menjadi fenomena sosial yang didorong oleh teknologi.

Dukungan Komunitas: Komunitas lari tumbuh pesat, menawarkan lingkungan yang inklusif dan suportif bagi pemula maupun pelari berpengalaman. Berlari bersama kelompok memberikan motivasi, tanggung jawab, dan kesempatan bersosialisasi yang kuat.

Validasi Melalui Teknologi: Aplikasi kebugaran seperti Strava, Garmin Connect, dan lainnya, memungkinkan pelari untuk melacak jarak, kecepatan, dan membagikan pencapaian mereka.

Data ini menjadi alat motivasi, sekaligus validasi sosial, postingan lari yang estetik dan data pencapaian sering dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang patut dibanggakan.

Euforia Race Event: Partisipasi dalam acara lari terorganisir (seperti maraton) memberikan tujuan jangka panjang dan rasa pencapaian pribadi (personal accomplishment).

Menyelesaikan jarak tertentu, seperti full marathon (42,195 km), dianggap sebagai prestasi seumur hidup yang memberikan kebanggaan dan meningkatkan harga diri.

4. Peran Pasca-Pandemi COVID-19 (Faktor Perubahan Prilaku)

Pembatasan sosial selama pandemi secara ironis memicu lonjakan minat terhadap olahraga individual di luar ruangan. Secara serentak, terjadi perubahan prilaku manusia secara global.

Ketika gym ditutup dan olahraga tim dilarang, lari menjadi salah-satu dari sedikit aktivitas fisik yang aman dan dapat dilakukan sendiri, mendorong banyak orang untuk pertama kalinya menjadikannya kebiasaan.

Baca Juga: Lari Bukan Sekadar Olahraga, tapi Investasi Masa Depanmu: Gen Z & Pekerja Wajib Tahu!

Tren ini terus berlanjut bahkan setelah pembatasan dicabut, karena masyarakat telah terbiasa dengan gaya hidup aktif di luar ruangan.

Singkatnya, popularitas lari saat ini adalah hasil dari kombinasi ideal: memenuhi kebutuhan modern akan kesehatan mental, didukung oleh teknologi untuk melacak pencapaian, dan diperkuat oleh ikatan komunitas yang suportif. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#pandemi covid-19 #strava #fun run #olahraga lari #kesehatan #Garmin Connect #gym #marathon