Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kronologi Kepala Sekolah Tampar Siswa karena Ketahuan Merokok, Ratusan Murid Mogok Sekolah

Hakam Alghivari • Rabu, 15 Oktober 2025 | 21:52 WIB
Gubernur Banten Andra Soni ketika memberikan keterangan kepada awak media.
Gubernur Banten Andra Soni ketika memberikan keterangan kepada awak media.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Aksi mogok ratusan siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, viral di media sosial pada Senin (13/10).

Mereka menolak masuk sekolah sebagai bentuk protes terhadap tindakan Kepala Sekolah yang menampar seorang siswa karena kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Video dan foto aksi mogok itu beredar luas di media sosial. Dalam salah satu unggahan akun @feedgramindo, tampak ratusan siswa berkumpul di halaman sekolah sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan.”

Dilansir dari Radar Kediri, Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, membenarkan adanya aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sekitar 630 siswa dari 19 kelas tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari itu.

Menurut Dini, insiden penamparan terjadi pada Jumat sebelumnya, saat sekolah melaksanakan kegiatan Jumat Bersih yang merupakan bagian dari program pembentukan karakter siswa.

Dari jarak sekitar 20–30 meter, Dini melihat salah satu siswa memegang rokok yang masih menyala. Ia pun memanggil siswa tersebut untuk memberikan teguran.

Namun, saat dimintai penjelasan, siswa itu sempat mengelak meski sudah tertangkap basah. “Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi,” kata Dini Fitria.

Setelah kejadian, Dini mengaku telah berkoordinasi dengan komite sekolah dan orang tua siswa. Namun, pada Senin pagi, sebagian besar siswa memilih mogok sekolah sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang ditampar.

Respons Pemerintah

Gubernur Banten Andra Soni kemudian menjadi sorotan publik usai memutuskan menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria. Langkah itu diambil setelah laporan tentang insiden penamparan viral dan menuai polemik di masyarakat.

Andra menyebut, dirinya telah memerintahkan Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk menindaklanjuti proses penonaktifan. Pernyataan lebih tegas datang dari Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah.

Baca Juga: Muncul Petisi Cabut Izin Siaran Trans7, Capai 25 Ribu Tanda Tangan dalam Satu Jam

“Saya minta segera dinonaktifkan. Nonaktifkan segera, sekarang juga! Tidak boleh tawar-tawar lagi,” ujar Dimyati.

Namun, keputusan tersebut memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak warganet menilai kebijakan itu berlebihan dan tidak berpihak pada pihak sekolah yang berupaya menegakkan disiplin. Akibatnya, akun Instagram Gubernur @andrasoni12 dan Wakil Gubernur @dimyati.natakusumah langsung dibanjiri komentar protes dari publik. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#kronologi #SMAN 1 Cimarga #aksi mogok #gubernur banten #Siswa