RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bupati Pati, Sudewo buka suara setelah menghadapi demonstrasi masyarakat Kabupaten Pati pada Rabu siang (13/8). Demonstrasi tersebut digelar menanggapi kebijakan Sudewo menaikkan Pasajk Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, meskipun akhirnya kebijakan dibatalkan dan Sudewo telah meminta maaf.
Sudewo sendiri telah menemui para demonstran sekitar pukul 12 siang. Namun permintaan maafnya disambut lemparan botol, gelas plastik, dan sandal oleh para demonstran, sehingga bupati yang baru menjabat sebulan tersebut harus merunduk kembali ke dalam kendaraan taktis yang ditumpanginya.
Menjelang ujung demonstrasi, anggota DPRD Pati menggelar rapat paripurna dadakan yang menhasilkan penggunaan hak angket untuk menyelidiki kebijakan tersebut. Selain itu, semua fraksi setuju untuk membentuk panitia pemakzulan bupati.
Setelah massa membubarkan diri sekitar pukul 3 sore, Sudewo menggelar konferensi pers di rumah dinasnya. Dirinya meminta maaf lagi, sambil memberikan tanggapan atas demo yang terjadi.
“Kami bisa memahami emosi mereka, karena orang banyak tidak dapat terkendali secara keseluruhan. Kedepannya kami akan perbaiki segala sesuatunya, ini merupakan proses pembelajaran bagi saya, masih banyak yang perlu dibenahi kedepan,” ujar Sudewo meminta maaf, serta mengomentari aksi pelemparan botol ke arahnya.
Sudewo juga tidak mempermasalahkan rencana pemakzulan yang dilayangkan oleh DPRD Pati. “Itu hak yang dimiliki DPRD, jadi saya menghormati hak angket tersebut,” lanjutnya.
Berkaitan dengan tuntutan tersebut, Sudewo mengingatkan tidak semudah itu untuk membuat dirinya mundur dari jabatan. Karena pada akhirnya pemakzulan juga harus melewati proses hukum dan administrasi pemerintahan.
“Saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis, sehingga saya tidak bisa berhenti dengan tuntutan tersebut. Semuanya ada mekanismenya,” ujar Sudewo.
Mengenai dugaan massa yang mengalami luka-luka, Sudewo menjamin bahwa demonstran menerima pertolongan dari pihak RSUD setempat. Namun dirinya tidak tahu pasti jumlah demonstram yang terluka. “Yang lebih tahu kepolisian,” jelasnya.
Sudewo sendiri berharap kerusuhan yang terjadi pada aksi demo tidak terulang lagi. “Mudah-mudahan jadi kejadian yang terakhir, tidak terulang lagi, agar pembangunan dan pelayanan masyarakat lancar,” paparnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana