RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Hal ini disampaikannya saat meninjau Sentra Antasena di Magelang, yang kini telah rampung direnovasi dan siap difungsikan sebagai Sekolah Rakyat, Senin (14/7).
AHY menyampaikan, bahwa pendirian Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagaimana tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Prinsipnya adalah kita ingin Sekolah Rakyat ini benar-benar menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan,” ujar AHY dalam unggahan resmi di akun X @AgusYudhoyono, dikutip Selasa (15/7).
Ia menambahkan, pada hari yang sama sebanyak 63 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia telah siap digunakan oleh masyarakat. Sekolah ini difokuskan untuk anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi dan geografis.
Menurut AHY, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen negara untuk menjamin hak pendidikan setiap anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan.
“Anak-anak kita berhak mendapatkan pendidikan yang layak, yang berkualitas. Dan mudah-mudahan nanti dari sini akan hadir generasi bangsa yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dia juga menyinggung Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan pendidikan secara gratis, namun juga memperhatikan kualitas kurikulum, tenaga pengajar, dan fasilitas penunjang yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Model pendidikan ini juga diharapkan adaptif terhadap karakteristik lokal serta memperkuat nilai kebangsaan sejak dini.
Sebagai Menko bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, AHY menilai proyek ini sebagai bagian dari pembangunan strategis yang terintegrasi—tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memperkuat fondasi manusia yang unggul di masa depan. (kam)
Editor : Hakam Alghivari