Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Air Zam-Zam Kerap Hilang, KBIHU Minta Jemaah Haji Beri Tanda Sejak Awal

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 3 Juli 2025 | 00:17 WIB
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Musim kepulangan jemaah haji tak jarang diwarnai persoalan sepele, namun berdampak besar. Salah satunya, hilangnya air zam-zam yang sebelumnya dibagikan di Asrama Haji untuk setiap jemaah sebanyak 5 liter.

Ukuran dan bentuk yang sama, membuat air zam-zam hilang atau terbawa oleh jemaah lain.

Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Sholikin Jamik mengatakan, karena penjemputan jemaah haji dipusatkan di Pendapa Malowopati. Problem terbesarnya, air zam-zam banyak yang hilang atau terbawa oleh jemaah lain. Karena air zam-zam sebanyak 5 liter per-jemaah yang dibagikan di Asrama Haji ini memiliki bentuk dan ukuran sama.

“Menjadi masalah, jika sampai di Pendapa disambut keluarga. Banyak air zam-zam hilang, ketlisut, atau kebawa jemaah lain,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan tersebut, Dia menyampaikan, seperti yang KBIHU-nya lakukan, selama perjalanan di bus dari Asrama Haji Sukolilo menuju Bojonegoro.

Masing-masing jemaah harus sudah memberi tulisan nama pada air zam-zamnya. Karena seluruh jemaah haji, begitu turun di Jalan Mas Tumapel nantinya akan membawa 1 tas kabin, tas paspor, dan air zam-zam tersebut.

“Saran kami, untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan hati agar tidak ramai atau terjadi omongan menyakitkan. Selama perjalanan Sukolilo-Bojonegoro, air zam-zam dikasih nama. Untuk menjaga kemabruran haji juga,” pungkasnya. (ewi/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#asrama haji #Sukolilo #bojonegoro #Air Zam-Zam #Jemaah Haji #sholikin jamik #haji #kepulangan jemaah haji #Zam-zam