RADAR BOJONEGORO. JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan program pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, balita kurang gizi, serta penderita tuberculosis (TBC). Program ini berlangsung pada Kamis (5/6) di Pendopo Kecamatan Purwosari dengan melibatkan 150 penerima manfaat dari wilayah sekitar.
Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang unggul, berbudaya, berakhlak, dan berbahagia.
Menurut Ninik, penurunan angka stunting, perbaikan gizi masyarakat, serta pemberantasan penyakit TBC menjadi prioritas utama Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut, makanan tambahan diberikan kepada 133 ibu hamil dan 17 balita dengan masalah gizi, serta 2 penderita TBC yang mendapat kunjungan langsung ke rumahnya.
Secara keseluruhan jumlah penerima makanan tambahan se-Kabupaten Bojonegoro saat ini adalah 1.265 orang ibu hamil dan 1.856 anak balita bermasalah gizi serta 1.405 anak balita yang tidak naik berat badannya saat penimbangan terakhir.
Dari jumlah tersebut, 1.207 orang menerima makanan tambahan berupa susu dan 4.309 orang menerima makanan tambahan berbahan lokal yang didistribusikan melalui 35 puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro.
"Program ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi penerima manfaat, mempercepat proses penyembuhan penderita TBC, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat," ujar Ninik.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menambahkan, makanan tambahan berupa susu dan protein hewani lainnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita.
Cantika menegaskan pentingnya pola makan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Ia juga mengingatkan bahwa status gizi tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga oleh penyakit infeksi seperti diare dan batuk.
"Balita dan ibu hamil yang sering terpapar penyakit akan lebih rentan terhadap kekurangan gizi," tambahnya.
Ia juga berpesan agar perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan bergizi menjadi langkah penting yang harus diperhatikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyebut bahwa program ini sejalan dengan visi Bupati Wahono untuk menciptakan masyarakat Bojonegoro yang sehat, bahagia, dan makmur.
Nurul meminta tenaga kesehatan untuk lebih proaktif mendata warga yang membutuhkan perawatan, terutama penderita TBC, agar tidak ada hambatan dalam mendapatkan layanan kesehatan.
Nurul menyoroti beberapa warga yang enggan berobat ke puskesmas karena kendala seperti tidak ada yang mengantar. "Entah cucunya masih sekolah, maupun anak yang masih bekerja," ujarnya.
Ia berharap tenaga kesehatan dapat menjalankan pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung warga yang membutuhkan perawatan, sehingga pengobatan, khususnya untuk TBC, dapat dilakukan di rumah masing-masing.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat. Dengan sinergi semua pihak, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga Bojonegoro secara berkelanjutan. (tih/zim)
Editor : M. Nurkhozim