RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Idul Adha adalah salah satu hari raya besar umat Islam yang jatuh pada 10 Dzulhijjah. Selain menyembelih hewan kurban, umat Muslim juga dianjurkan menunaikan salat Idul Adha di pagi hari sebelum proses penyembelihan dimulai. Salat ini termasuk sunah muakkad dan hanya dilakukan setahun sekali.
Namun, tak sedikit yang masih bingung bagaimana niat salat Idul Adha dan bagaimana tata cara salat Idul Adha yang sesuai dengan sunnah. Berikut panduan lengkap dan mudah dipahami, baik untuk yang menjadi imam, makmum, atau salat sendiri di rumah.
Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Idul Adha
Dalam mazhab Syafi'i, salat Idul Adha dihukumi sunah muakkad (sangat dianjurkan). Salat ini dilaksanakan pada pagi hari 10 Dzulhijjah, dimulai setelah matahari terbit (sekitar pukul 06.00 waktu lokal) hingga menjelang masuk waktu Zuhur.
Berbeda dari salat lima waktu, salat Idul Adha tidak diawali azan maupun iqamah. Umat Islam biasanya melaksanakannya secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjid besar. Bila tidak memungkinkan hadir ke tempat umum, salat bisa dilakukan sendiri di rumah sebagaimana fatwa dari MUI, NU, dan Muhammadiyah.
Bacaan Niat Salat Idul Adha
Berikut ini adalah bacaan niat salat Idul Adha, tergantung pada posisi masing-masing saat salat:
1. Sebagai Imam:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal ‘iidil adhaa rak’ataini imâman lillâhi ta’âlâ
2. Sebagai Makmum:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal ‘iidil adhaa rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’âlâ
3. Salat Sendiri di Rumah:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal ‘iidil adhaa rak’ataini lillâhi ta’âlâ
Tata Cara Salat Idul Adha Lengkap
Salat Idul Adha dilakukan dua rakaat, namun memiliki tambahan takbir (takbir zawaid) yang membedakannya dari salat biasa.
Rakaat Pertama:
1. Membaca niat
2. Takbiratul ihram
3. Membaca takbir tambahan sebanyak 7 kali
4. Di antara takbir, dianjurkan membaca dzikir:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ ilâha illallâh, wallâhu akbar
5. Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek (disunnahkan Surah Qaf atau Al-A'la)
6. Rukuk, sujud, dan gerakan salat seperti biasa
Rakaat Kedua:
1. Berdiri dari sujud
2. Membaca takbir tambahan sebanyak 5 kali
3. Di sela takbir, membaca dzikir seperti sebelumnya
4. Membaca Al-Fatihah dan surah pendek (disunnahkan Surah Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar)
5. Rukuk, sujud, tahiyat akhir, dan salam.
Khutbah Setelah Salat Idul Adha
Setelah salat selesai, imam menyampaikan khutbah Idul Adha. Isinya mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS, keikhlasan Nabi Ismail AS, dan pentingnya berbagi melalui ibadah kurban. Namun, bila salat dilakukan sendiri, khutbah tidak diwajibkan.
Sunah Sebelum Salat Idul Adha
Agar lebih afdhal, berikut sunah-sunah yang dianjurkan sebelum salat:
Mandi dan memakai pakaian terbaik
Tidak makan sebelum salat (berbeda dengan Idul Fitri)
Bertakbir sejak malam 9 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah
Berangkat ke tempat salat dengan berjalan kaki bila memungkinkan
(kam)
Editor : Hakam Alghivari