RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pasar Rakyat Kedewan tampak megah berdiri dengan bangunan baru. Meski begitu, masih banyak kios kosong pada pasar yang terletak di Desa/Kecamatan Kedewan tersebut.
Tidak seperti kebanyakan pasar di daerah lain yang masih ada aktivitas jual-beli menjelang siang hari. Pasar Rakyat Kedewan justru hanya buka sekitar tiga jam saja. Yakni, mulai 05.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Katur salah satu penjual kebutuhan dapur di Pasar Rakyat Kedewan mengatakan, Pasar Rakyat Kedewan hanya buka pagi saja. Jadi, ramainya hanya saat pagi saja, kalau siang sudah sepi, bahkan terkunci. Rerata penjual di pasar ini juga berasal dari luar daerah.
’’Kalau orang asli sini (Kedewan) kebanyakan toko kelontong. Kalau jualan di pasar pada umumnya, rerata orang jauh, seperti Cepu dan lain-lain,” katanya. Rayono masyarakat setempat mengatakan, Pasar Rakyat Kedewan memiliki sejarah panjang.
Pasar tersebut diklaim, telah berdiri sejak zaman Belanda dan terus bertahan hingga saat ini. Pada 2021 lalu, dilakukan pembangunan pasar dengan fasilitas lebih baik. ’’Pasar Kedewan sempat mangkrak selama kurang lebih satu tahun, sebelum akhirnya dikelola oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro,” lanjutnya.
Meski tidak semua kios maupun los terisi, tapi Pasar Rakyat Kedewan tetap menjadi pusat perputaran ekonomi warga sekitar. Berbagai dagangan dapat ditemui di pasar ini. Mulai dari kebutuhan pokok hingga primer lainnya.
Uniknya, pedagang pakaian hanya berjualan pada hari pasaran di Pasar Rakyat Kedewan, yakni Pahing dan Pon dalam hitungan Jawa. Selain itu, para penjual tersebut lebih memilih berjualan di area luar pasar, dibanding di dalam.
Kepala Pasar Rakyat Kedewan Suparko menyampaikan, pasar ini memiliki sekitar 201 tempat kios dan los. Namun, masih banyak tempat yang belum ditempati oleh pedagang hingga saat ini.
’’Kami terus berupaya menarik lebih banyak pedagang agar memanfaatkan fasilitas yang ada di pasar ini,” ujarnya. (ewi/oss/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana