RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kesehatan mental merupakan kondisi individu yang memiliki kemampuan mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi. Seperti mampu bekerja secara produktif dan mampu mmeberikan kontribusi.
Namun, media sosial sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental. Di mana media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan zaman sekarang. Dengan miliaran pengguna di seluruh dunia, platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok yang sedikit demi sedikit mengubah cara kita untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan memandang diri sendiri.
Media sosial memiliki banyak pengaruh pada anak muda saat ini. Media sosial memiliki banyak pengaruh baik pengaruh negatif maupun pengaruh positif. Pengaruh positifnya dapat meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental, dapat menjadi media pembelajaran dan pendidikan.
Di balik pengaruh positifnya, terdapat juga pengaruh negatifnya yaitu cyberbullying, pelecehan online, dan kecanduan yang berlebihan menggunakan media sosial sehingga menyebabkan ketergantungan.
Dampak media sosial sangat pesat bagi generasi Z yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh di era digital di mana media sosial telah menjadi bagian internal dari kehidupan sehari-hari.
Generasi Z merupakan salah satu generasi yang lahir dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Namun, dengan kondisi tersebut menyebabkan generasi Z dinilai memiliki tingkat kebahagiaan rendah. Para generasi Z cenderung rentan mengalami gangguan kesehatan mental.
Salah satu fenomena tersebut tak luput menjadi sorotan pakar psikologi dan perkembangan anak Unair Surabaya Prof Dr Nurul Hartini Spsi Mkes Psikolog. Ia mengungkapkan, salah satu penyebab Gen Z memiliki tingkat kebahagiaan rendah adalah penggunaan sosial media yang kurang tepat.
Prof Nurul mengatakan, keberadaan sosial media tak dapat dipungkiri memudahkan kehidupan para generasi Z. Namun, dalam penggunaannya, mereka harus mendapat perhatian khusus agar media sosial menjadi platform tepat guna.
’’Sebetulnya, hadirnya media sosial ini memiliki dua mata sisi. Yakni, dapat berdampak positif jika dapat menggunakannya dengan bijak dan dapat berdampak negatif jika keliru dalam penggunaanya,” jelasnya.
Generasi Z memiliki hubungan yang sangat erat dengan media sosial. Sehingga, dapat memengaruhi kesehatan mental mereka dalam berbagai cara. Karena itu, penting untuk generasi Z mengembangkan kebiasaan media sosial yang sehat dan benar.
Sehingga, dapat menyadari dampaknya terhadap kesejahteraan mental mereka. Dukungan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan mental juga sangat berperan penting untuk membantu mereka mengendalikan dunia digital dengan bijaksana. (*/bgs)
Editor : Hakam Alghivari