Abdi Mukid Umah, pekerja di penjualan benih ikan di Lamongan, mengatakan, sehari nener terjual 200 rean. Per rean berisi 5 ribu benih bandeng dan harganya Rp 90 ribu.
Penjualan benih vaname lebih besar lagi, sekitar 500 rean per hari. Bahkan, petambak harus pesan dulu bila ingin mendapatkan benih vaname. Harganya Rp 90 ribu per rean.
Yang sulit vaname, kadang-kadang benurnya dari daerah pantura, kadang-kadang mengalami kegagalan. Misal tebar 100 rean, dipanen dapat 50 rean, ujarnya.
Penjual benih ikan di Kecamatan Kalitengah, Heri, mengatakan, penjualan nener mulai ramai karena awal musim hujan. Kendala di perjalanan, karena lewat laut (pengiriman benih), katanya.
Salah satu petambak, Sapuan, mengatakan, dirinya harus pesan dulu untuk mendapatkan benih vaname. Semoga tahun ini produksinya bagus dibanding tahun lalu, karena proses pengeringan tambak lama, katanya.
Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lamongan, Naila Maharlika, mengatakan, wilayah sekitar Bengawan Solo sudah ada yang tebar benih. Untuk hari ini hujan belum merata, katanya.
Harapan hasil produksi budidaya meningkat dari tahun ini dengan mengoptimalkan fungsi dinas dan penyuluh agar ada transfer ilmu untuk kebaikan bersama, imbuhnya. (sip/yan)
Editor : Hakam Alghivari