Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemilu 2024: Jadikan Platform Digital Radar sebagai Panggung Kampanye Berkualitas

Eka Fitria Mellinia • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 02:10 WIB
BERI EDUKASI: Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto saat podcast di Warung Gagasan Jawa Pos Radar Bojonegoro. (Tamsix Heven Danuarta/Mgg RDR.BJN)
BERI EDUKASI: Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto saat podcast di Warung Gagasan Jawa Pos Radar Bojonegoro. (Tamsix Heven Danuarta/Mgg RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tingginya intensitas masyarakat Indonesia dalam menghabiskan waktunya di dunia maya, apapun status sosialnya berdampak pada aktivitas politik.

Berbagai partai politik berupaya menjangkau semua lapisan masyarakat melalui media sosial.

Pentingnya penguatan peran masyarakat dalam suksesi berpolitik, tentu suara di Pemilu 2024 nanti bakal didominasi generasi milenial yang aktif bermedia sosial.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto, diperkirakan 65% calon pemilih pada pemilu 2024 terdiri dari kaum milenial.

"Jumlah prosentase tersebut bagi kalangan milenial yang melek intelektual, memiliki keinginan politik yang baik, politik yang bermanfaat, semangat idealisme, dan tidak senang dengan pragmatisme. Tentu mereka diharapkan sadar menggunakan haknya untuk mengkoreksi pemimpin yang tidak memperjuangkan aspirasi sesungguhnya” ujarnya.

Media sosial saat ini ditengarai menjadi medan tempur sekaligus senjata ampuh untuk menggaet pemilih, terutama pemilih muda atau milenial.

Ilustrasi: Ainur Ochiem/RDR.BJN
Ilustrasi: Ainur Ochiem/RDR.BJN

Setidaknya ada alasan mengapa pemilu 2024 nanti para elit politik lebih memilih berbagai platform media sosial sebagai panggung kampanye. Diantaranya untuk membawa generasi yang lebih berkualitas dalam politik.

Selain itu, dianggap lebih efektif mendapatkan banyak massa tanpa terjun ke lapangan, mengurangi politik uang, dan meningkatkan kualitas kampanye dengan menonjolkan sisi edukasi dalam pendidikan politik.

Keberadaan media massa dalam kampanye sangat penting. Informasi tentang citra politik, program, dan manajemen isu selama masa kampanye nyaris mustahil menafikan keberadaan media.

Seperti Jawa Pos Radar Bojonegoro. Posisi strategisnya kerap kali menjadi rujukan masyarakat sehingga prinsip-prinsip verifikasi sangat penting dan diutamakan.

Saat ini Jawa Pos Radar Bojonegoro, selain cetak, produk paltform Digital juga membuka kesempatan untuk calon legislatif meningkatkan kualitas kampanye. Digital radar sangat terbuka bagi para caleg untuk menunjukkan eksistensinya, salah satunya seperti podcast.

 

Dengan eksistensi warganet yang berasal dari berbagai kalangan dan jeli mengawasi konten, para kandidat dituntut untuk menghadirkan konten yang tidak hanya untuk menarik simpati pemilih, tapi juga konten yang “bergizi”.

Ditambah, mereka harus memastikan konten yang diproduksi tidak melanggar aturan perundang-undangan.

Sudah semestinya media Radar Bojonegoro Digital menjadi bagian sarana pendidikan politik agar kualitas demokrasi terus membaik. (mel/cho)

Editor : Eka Fitria Mellinia
#pemilih #pemilu #politik #bojonegoro #media sosial #milenial