Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Asyiknya Jadi Pendaki

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 4 November 2021 | 18:21 WIB
Asyiknya Jadi Pendaki
Asyiknya Jadi Pendaki

Mendaki gunung menjadi sebuah tren hobi bagi para pecinta petualangan. Termasuk Wulan Febby Cha, 24. Sejak kuliah di Universitas PGRI Adibuana Surabaya hingga sekarang, dia sudah mendaki lebih dari 30 kali. Yang pernah didaki dara yang akrab disapa Wulan ini sebagian besar merupakan gunung di Jatim dan Jateng.
Wulan mengatakan, mendaki gunung bukan sekadar menjalankan hobi. Ada makna lebih dari itu. Dia mengungkapkan, mendaki gunung bisa melatih diri untuk lebih mencintai dan mensyukuri keindahan alam. Sebab, sebagian besar jalur pendakian gunung masih alami dan belum banyak tersentuh tangan manusia. ''Di gunung, kita bisa bertemu banyak pendaki yang memiliki tujuan sama,'' tuturnya.
Dara asal Desa Mlangi, Kecamatan Widang ini mengatakan, mendaki mengajarkan untuk hidup sederhana. Pendaki yang baik adalah pendaki yang berbekal seadanya. Bukan mewah-mewahan. Saat tidur pun beralas apa adanya. Begitu pula saat makan juga secukupnya. ''Mendaki mengajarkan kita untuk belajar sederhana dan mensyukuri hidup,'' ucap wanita kelahiran Lamongan itu.
Sulung dari dua bersaudara ini mengatakan, meski sibuk bekerja, dia selalu menyempatkan untuk mendaki gunung. Bahkan, Wulan mengaku tak segan mendaki dua hingga tiga kali pada gunung yang sama. ''Ada pengalaman bahagia dan mistis di waktu bersamaan saat mendaki. Ini yang membuat setiap gunung memiliki kesan tersendiri,'' ujarnya.

Editor : M. Yusuf Purwanto