Radar Bojonegoro - Situs perahu kuno di Desa Padang Kecamatan Trucuk bakal direkontruksi, tujuannya mengembalikan perahu mirip aslinya. Namun, rencananya baru dilaksanakan tahun depan.
Karena tahun ini masih fokus pembangunan Galeri Bengawan. ‘’Nanti akan kami rekontruksi rencananya,’’ ujar Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwsata (Disbudpar) Titis Anganten.
Menurut Titis, rekontruksi akan dilaksanakan tahun depan. Sebab, tahun ini masih fokus pembangunan Galeri Bengawan. Perahu itu ada di lokasi Galeri Bengawan yang masih dalam proses pembangunan.
‘’Rencananya perahu kuno itu akan menjadi salah satu ikon Galeri Bengawan,’’ jelasnya. Perahu kuno ditemukan sekitar 2005 silam di dasar Bengawan Solo. Perahu itu diperkirakan berusia ratusan tahun. Sayangnya, perahu itu tidak terawat. Sehingga, kondisi perahu itu kini hancur. Hanya bersisa puing-puingnya.
Disbudpar berupaya melakukan rekontruksi agar perahu bisa utuh lagi. Namun, belum menjelaskan detail rekontruksi itu. Tahun ini pihaknya akan menyelesaikan pembangunan Galeri Bengawan. Sebab, penuntasan pembangunan galeri itu sudah terhenti selama setahun. Seharusnya pada 2020 lalu pembangunan dilanjutkan. Namun, anggaran terkena efesiensi. ‘’Tahun ini kami targetkan selesai,’’ jelasnya.
Galeri Bengawan nantinya akan menjadi salah satu pusat budaya. Selain perahu kuno, juga akan diisi beberapa benda seni dan budaya Bojonegoro. Tahun ini Galeri Bengawan dianggarkan Rp 1,7 miliar.
Proses lelang baru selesai dilakukan. Pengerjaan akan dilakukan secepatnya. Sebelum akhir Desember ditargetkan sudah selesai. Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto mengatakan, perahu kuno itu akan direkontruksi.
Harapannya bisa kembali seperti bentuk semula. Kemudian bisa menjadi salah satu ikon di Galeri Bengawan yang saat ini tengah proses pembangunan. ‘’Nanti direkontruksi. Saat ini fokus pembangunan Galeri Bengawan,’’ jelasnya.
Editor : Indra Gunawan