Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Jelang Idul Adha, Belantik Sapi Bandung dan Madura Serbu Pasar Hewan

Indra Gunawan • Jumat, 16 Juli 2021 | 23:00 WIB
Jelang Idul Adha, Belantik Sapi Bandung dan Madura Serbu Pasar Hewan
Jelang Idul Adha, Belantik Sapi Bandung dan Madura Serbu Pasar Hewan

Radar Bojonegoro - Belantik-belantik sapi luar daerah menyerbu Pasar Hewan Bojonegoro kemarin (15/7). Pasar hewan di Jalan Lettu Suwolo, itu pun menjadi ramai. Diprediksi transaksi dalam satu hari kemarin tembus miliaran. Bahkan, belantik dari Madura, Jakarta, Bandung, Jawa Barat, sengaja datang ke Kota Ledre.


Selain berburu sapi, mereka juga menjual. Belantik atau perantara jual beli hewan ini pun sudah datang sejak Rabu sore (14/7). Ramainya transaksi dan penjualan ini seiring momentum jelang Hari Raya Idul Adha. Darman penjual sapi asal Kecamatan Baureno menjelaskan, momentum menjelang Idul Kurban banyak pedagang sapi dari berbagai daerah berburu di Pasar Hewan Bojonegoro.


Dirinya membawa tiga sapi dan terjual semua. ‘’Harga sapinya dibandrol mulai Rp 20 juta sampai Rp 35 juta. Tergantung ukuran sapi,’’ katanya ditemui di pasar hewan kemarin. Lima hari jelang Idul Adha, menurut Darman, menjadi berkah pedagang sapi lokal.


Para pedagang sapi meraih keuntungan. Penjualan juga meningkat dibanding sebe lumnya. Ramainya transaksi kemarin ini diprediksi beberapa pasar hewan tutup atau tak beroperasi karena PPKM darurat, seperti di Kecamatan Padangan; Kecamatan Jatirogo, Tuban; Kecamatan Babat; dan Lamongan. “Penjual sapi dari berbagai daerah datang ke sini,” ungkapnya.


Abdul Rouf pedagang sapi asal Madura mengaku sudah datang di pasar hewan sejak Rabu sore. Tentu, agar kebagian tempat untuk melapakkan sapinya. Selain dirinya, ada juga belantik dari Bandung, Gresik, dan Malang. Rerata mereka memastikan karena pasar hewan di sejumlah daerah sedang tutup seiring PPKM. “Yang sapinya diberi tanda biru itu pemiliknya dari Bandung,” ujar Rouf sambil menunjuk sapi disebutkan.


Rouf bukan kali pertama datang ke Pasar Hewan Bojonegoro. Tahun lalu ia juga menjual sapi di lokasi pasar yang dikelola Dinas Perdagangan itu. Banyaknya transaksi memastikan momentum Idul Adha ini penjualan sapi meningkat meski pandemi sedang berlangsung. “Masih tetap seperti biasa, saya menjual di pinggir jalan dan pelanggan,” katanya.


Kusnan pedagang asal Kecamatan Babat, Lamongan mengung kapkan megejar mo mentum Idul Adha setelah Pasar Hewan Babat tutup. Biasanya kalau Pasar Hewan Bojonegoro buka, disusul pasar hewan di Babat buka Selasa. “Kalau Pasar Babat buka saya tidak ke mari (Bojonegoro, Red),” ujar pria 50 tahun ini.


Ia mengaku tidak sampai menjual sapi ke luar Jawa. Paling jauh menjual kepada pemesan dari Jakarta. Kusnan mematok harga sapinya mulai Rp 18 juta sampai Rp 40 juta. Tergantung besar kecilnya sapi. “Kalau belum terjual ya sampai sore. Kalau tidak terjual habis saya bawa pulang dan cari pembeli,” jelasnya. (luk)

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro