Radar Bojonegoro - Tahapan perencanaan pembangunan jembatan layang atau flyover di selatan Bundaran Jetak mulai disentuh. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp 449 juta untuk studi kelayakan. Saat ini masih proses pemilihan penyedia jasa konsultasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PUP0 Bina Marga Retno Wulandari mengatakan, tahapan studi kelayakan itu ditargetkan selesai tahun ini. Namun, dia belum bisa memastikan pelaksanaan pembangunna jembatan layang itu. Pihaknya memperkitakan dilakukan secepatnya usai studi kelayakan rampung.
"Tahun ini hanya studi kelayakan. Pembangunan belum ditentukan," katanya kemarin (21/5).
Rencananya, titik dibangunnya flyover di Bundaran Jetak melintasi rel kereta api (KA) di Jalan HOS Cokroaminoto. Lokasi itu dipilih karena kerap terjadi kemacetan antara bundaran hingga perlintasan rel kereta api. Tentu hadirnya flyover bisa mengurangi kemacetan. Juga mengimbangi jalan provinsi di kawasan tersebut yang sudah dilebarkan. Namun, titik lokasi itu tetap haus mengacu hasil studi kelayakan.
Berdasarkan data di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro menyebutkan, bahwa sat ini studi kelayakan itu dalam tahapan pemilihan penyedia jasa. Ada 24 rekaman mengikuti tender dengan anggaran Rp 499 Juta itu. Sesuai jadwal lelang akan selesai Agustus mendatang.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar berharap rencana pembangunan flyover itu bisa sesuai target. Karena itu, dia meminta dikaji dengan benar. Dia berharap adanya flyover bisa memperlancar arus transportasi di Bojonegoro. Sebab, wilayah kota pada jam tertentu memang kerap macet.
Umar melanjutkan, pelabaran jalan nasional sudah dimulai saat ini juga diharapkan selesai tepat waktu. Sehingga, bisa secepatnya dimanfaatkan masyarakat. "Jalan lebih lebar akan membuat akses transportasi lebih lancar. Saya yakin ekonomi juga akan meningkat," ujar pria juga sekretaris partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Editor : Indra Gunawan