Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Serabi Bojonegoro Tak Tergantikan, Selalu Dirindukan Para Perantau

Indra Gunawan • Senin, 17 Mei 2021 | 18:00 WIB
Serabi Bojonegoro Tak Tergantikan, Selalu Dirindukan Para Perantau
Serabi Bojonegoro Tak Tergantikan, Selalu Dirindukan Para Perantau

Radar Bojonegoro - Ada banyak macam kuliner asal Bojonegoro yang lezat. Sehingga, banyak perantau rindu Bojonegoro karena kulinernya. Salah satu kuliner dirindukan ialah serabi. Kudapan tradisional sering disantap saat kondisi hangat sambil menghirup udara segar ketika pagi.


Adrian, pemuda asal Kelurahan Klangon itu sedang merantau di Jakarta. Dia mengaku tiap pulang ke Bojonegoro pasti tak pernah melewatkan untuk beli serabi. Menurutnya, serabi khas Bojonegoro itu bikin ketagihan, karena rasanya asin dan gurih. Jadi makan porsi banyak tidak bikin enek. Dia paling suka makan serambi dengan ditambah ketan, parutan kelapa, dan bubuk kedelai.


“Kebetulan saya sempat pulang kampung awal bulan puasa lalu. Salah satu kuliner bikin kangen yaitu serabi ketika pagi. Kalau malam paling enak makan nasi pecel di Pasar Kota,” ujarnya.


Obi Putra, salah seorang penjual serabi di Jalan dr Sutomo mengatakan, banyak pelanggannya yang merantau dan ketika pulang Bojonegoro pasti melepas rindu dengan beli serabi di tempatnya. Bahkan, tak jarang serabinya dijadikan oleh-oleh ke luar Bojonegoro. Bahkan, serabinya pernah dikirim ke Kalimantan.


“Kalau dibuat oleh-oleh pasti saya pisahkan serabi dengan parutan kelapa, bubuk kedelai, atau santannya. Saya sarankan untuk dikukus sebentar, karena lebih enak dimakan selagi hangat,” kata Obi.


Hal senada diungkapkan penjualan serabi di sisi selatan SDN Kepatihan, Kamsirah, bahwa momen Ramadan hingga Lebaran banyak pelanggan lama yang merantau itu pulang kampung. Apalagi dia berjualan serabi hampir mencapai 50 tahun.


“Alhamdulillah usia saya yang sudah 72 tahun ini masih bisa berjualan serabi. Banyak pelanggan merantau dan pulang setahun sekali pasti menyempatkan beli serabi buatannya,” tutur Kamsirah.

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro