Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Kang Rohman, Penggerak Rumah Belajar di Dusun Clili

Indra Gunawan • Jumat, 16 April 2021 | 18:30 WIB
Kang Rohman, Penggerak Rumah Belajar di Dusun Clili
Kang Rohman, Penggerak Rumah Belajar di Dusun Clili

Muhamad Abdul Rohman merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik anak-anak di sekitar Dusun Clili, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari. Karena itu, ia memantapkan diri membuat rumah belajar sejak lima tahun lalu.


BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro


Jauh dari wilayah Kota Bojo negoro, ada sosok pemuda progresif. Pemuda itu tinggal di Dusun Clili, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari. Jarak rumahnya dari kawasan kota sekitar 38 kilometer. Setidaknya dari kota butuh waktu kurang lebih satu jam dengan mengendarai motor.


Jawa Pos Radar Bojonegoro berkunjung ke kediamannya ditemani rekannya kebetulan tinggal di kota. Sesampainya di lokasi tujuan, rumah pemuda itu ber arsitektur joglo. Pemuda bernama Muhamad Abdul Rohman itu pun menyambut hangat. Kedua orang tua dan saudaranya juga mempersilakan masuk ke rumah. Tak lama, ada ragam suguhan disajikan di meja ruang tamu.


Sosok pemuda akrab disapa Kang Rohman itu kalem dan rendah hati. Tetapi meski terlihat kalem, jiwa pendidik dimiliki Kang Rohman berapiapi. Saat berkunjung di rumahnya sudah lepas duhur. Jadi, sudah tidak ada anak-anak belajar di rumah belajarnya. Pemuda kelahiran 1997 mengatakan, bahwa mengubah rumahnya menjadi rumah belajar sejak 2016 lalu.


Di usianya masih muda, Kang Rohman memiliki keresahan seputar pendidikan anak-anak. Niat mendasar membuat rumah belajar karena Kang Rohman memiliki masa lalu kurang beruntung. Sebab, dari sisi ekonomi keluarga, Kang Rohman penuh keterbatasan. Dulu ketika sekolah, Kang Rohman ingin les tapi tidak bisa.


Karena itu, ia berusaha mewujudkan angan-angannya itu membuat rumah belajar bagi anakanak kecil di sekitar rumahnya. “Sekarang ini ada sekitar 25 anak dari TK hingga MTs belajar di rumah belajar saya. Semua anak belajar itu tidak dipungut biaya. Semuanya gratis dan sudah ada fasilitas wifi,” jelasnya.


Kang Rohman merupakan alumni mahasiswa jurusan manajemen STIE Cendekia Bojonegoro. Namun, keputusan diambil Kang Rohman dinilai cukup aneh bagi tetangga tetangganya. Karena rerata pemuda di desanya usai lulus SMA atau kuliah, sudah pasti cari kerja di dalam maupun luar kota. Sehingga, tak jarang ia disindir oleh teman sebaya maupun tetangganya. “Tapi saya sudah tak gentar menghadapi sindiran dari orangorang,” ucapnya.


Bahkan, selama lima tahun membuat rumah belajar, belum ada sosok pemuda di desanya tertarik atau tergerak hatinya menjadi pendidik di rumah belajar. Adapun upaya Kang Rohman untuk mencari pendidik dari kalangan mahasiswa-mahasiswa yang hendak kuliah kerja nyata (KKN) atau kalangan komunitas-komunitas bergerak di bidang pendidikan maupun kerelawanan.


Kang Rohman mengaku seringkali mendapat tawaran kerja di luar kota. Tetapi ia tidak rela meninggalkan anak-anak kecil itu. Karena ia resah, masih banyak anak-anak sekolah dasar (SD) di desanya yang belum lancar baca tulis.


Peran Kang Rohman tidak lebih hanya sebagai pendidik sekaligus teman. Dia tidak ingin memaksakan kemampuan anak-anak tersebut. “Tugas saya menemani dan mengembangkan anak-anak itu sesuai kebutuhannya. Tidak pernah berpikir untuk memaksa mereka menjadi sesuatu hal yang tidak mereka sukai,” tutur aktivitas Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan setempat.


Sejauh ini, orang tuanya mendukung penuh keputusan Kang Rohman. Saat ini, beberapa anak didiknya sudah ada kuliah. Harapannya rumah belajar itu melahirkan pendidik-pendidik baru. Ruang lingkupnya tidak perlu muluk-muluk, cukup secara konsisten mendidik anak-anak di Dusun Clili.


Ke depannya, Kang Rohman ingin mengembangkan untuk membangun bisnis UMKM bidang kuliner. “UMKM ini nantinya pengin merangkul teman-teman kampus mengolah ragam makanan dan minuman yang bisa dihasilkan dari sumber daya alam yang ada di sini,” terangnya.

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro