Radar Lamongan - Pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) masih mempengaruhi intensitas penonton bioskop di Plaza Lamongan. Untungnya mendapat keringanan pajak tontonan dari pemkab setempat, sehingga bisa bertahan meski penonton masih sepi.
‘’Kita bisa terus beroperasi berkat bantuan Pemkab Lamongan juga. Karena mendapat keringanan pajak tontonan. Sebelumnya kena pajak 25 persen, sekarang hanya 10 persen,’’ tutur Manajer NSC Lamongan, Ady Pramono kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (28/3).
Menurut dia, karena adanya pandemi, pengunjung dan jam tayang bioskop masih dibatasi. Dari 195 kursi yang disediakan, hanya boleh menerima kapasitas 50 persen. Ada delapan kali penayangan tiap hari. Namun, terkadang pemutaran hanya dua hingga tiga kali, karena tidak ada penonton. ‘’Itu hanya orang empat, orang lima, kadang kosong. Kadang tiga hari berturutturut nol,’’ katanya.
Kondisi tersebut membuat pengelola bioskop melakukan efisiensi karyawan. Semula, mereka mempekerjakan 12 karyawan, kini hanya tiga karyawan yang diaktifkan. ‘’Untuk NSC belum semuanya buka. Di wilayah sekitar, hanya Lamongan dan Tuban yang sudah beroperasi,’’ katanya. Dia mengamati, warga Lamongan paling gemar menonton film horor dan komedi. Namun, kini produser film juga masih enggan mengeluarkan film baru.
Film horor yang diputar sekarang, lanjut dia, merupakan film produksi 2018, yang batal dikeluarkan tahun lalu karena pandemi. ‘’Jadi itu juga mempengaruhi,’’ katanya.
Menurut dia, kini anemo tertinggi pada penayangan film Godzilla Vs Kong. Namun, diakuinya, di awal penayangan penonton berkisar 20 orang. Namun, lanjut dia, kini anemonya mulai menurun. ‘’Pihak kami memutuskan tetap beroperasi, untuk meyakinkan kepada produser film. Agar nanti tetap ada film baru yang diproduksi,’’ katanya.
Menurut dia, salah satu film yang diharapkan mendongkrak penonton yakni, film horor KKN Desa Penari. Film tersebut mulai ditayangkan paska Ramadan mendatang. ‘’Kita harap itu bisa mendongkrak jumlah penonton,’’ tukasnya.
Editor : Indra Gunawan