Sudah setahun ini Lies Widyawati memroduksi jamu tradisional berbahan rempah-rempah dan bumbu masak. Hasil usahanya digunakan membuat taman rempah – rempah.
INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan
Lies Widyawati memiliki hobi menanam beragam tanaman rempah-rempah di kampung halamannya di Kecamatan Kembangbahu.Salah satunya kunyit yang cukup mudah pertumbuhannya.
Awalnya, bumbu masak tersebut hanya dikonsumsi bersama keluarga. ‘’Awalnya iseng-iseng membuat minuman jamu tradisional hasil tanaman sendiri. Ternyata kok banyak yang memesan,’’ tutur Lies kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/3).
Perempuan berkerudung tersebut lalu mencoba berbisnis jamu tradisional. Ada varian bubuk dan kemasan siap minum yang dijualnya. ‘’Untuk jamu bubuk bisa tahan lebih lama,’’ ujar Lies.
Varian jamu bubuk meliputi jahe merah, jahe, kunyit, kun yit putih, kunyit sirih, temulawak, dan beras kencur. Sedangkan produk jamu siap minum memiliki varian kunyit asam, wedang uwuh, jahe merah, kudu laos, dan temulawak.
‘’Alhamdulillah sudah memgantongi P-IRT, jadi mudah memasarkan produk jamu tradi sional ini,’’ imbuhnya. Lies menunjukkan proses pembuatan jamu bubuk.
Awalnya, rempah-rempah dikupas, diiris kecil-kecil, dan dicuci. Selanjutnya, Lies menyiapkan air minum di dalam blender dan memasukkan tirisan rempahrempah. Perbandingan air disesuaikan dengan banyaknya rempah-rempah. ‘’Setelah halus, selanjutnya diambil sarinya,’’ terang Lies.
Semua bahan dituangkan ke dalam wajan dan direbus menggunakan api sedang. Selanjutnya, Lies mengaduk sekitar 60 menit hingga bahan baku tersebut mengkristal. Proses akhirnya, rempah-rempah yang sudah mengkristal diblender kering.
‘’Mulai proses pembuatan, pengemasan, dan pemberian label, saya kerjakan sendiri,’’ ujar ibu satu anak tersebut. Lies memasarkan produknya ke sejumlah toko dan perkantoran di Lamongan.
Selain itu, Lies juga mendapatkan banyak pesanan ke Bali, Sleman, Jogjakarta, Surabaya, dan sejumlah daerah lainnya. ‘’Apalagi saat-saat pandemi, justru makin banyak yang memesan,’’ ujarnya.
Laba hasil penjualan jamu tradisional ditabung dan untuk pengembangan usahanya. Akhir tahun lalu, Lies membeli sepetak tanah di dekat rumahnya. Ukurannya tidak terlalu luas. Namun mampu untuk mengembangkan budidaya tanaman rempah-rempah dan bumbu masak. ‘’Sedikit kekurangan pembelian tanah masih meminjam bank. Tanah tersebut saya jadikan taman rempah-rempah,’’ tutur Lies.
Editor : Indra Gunawan