Radar Lamongan – Libur panjang natal dan tahun baru (nataru) biasanya menjadi panen bagi tempat wisata. Termasuk di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Namun pada libur Natal yang berlangsung sejak Kamis (24/12) hingga kemarin (27/12) justru membuat kawasan wisata di pantura Kota Soto tersebut Lamongan itu sepi pengunjung.
‘’Pengunjung sangat sepi, tidak menunjukkan seperti adanya libur panjang,’’ kata Direktur PT Bumi Lamongan Sejati (BLS) pengelola WBL, Aris Wibawa melalui staf pemasaran, Titin kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (27/12).
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan memang memberlakukan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen saat libur nataru. Meski begitu, diakui Titin, jumlah pengunjung yang datang jauh di bawah separo kapasitas yang ada. ‘’Beberapa hari ini masih di bawah 5 persen saja,’’ ucapnya saat dikonfirmasi via ponsel.
Titin mengungkapkan, jumlah pengunjung saat libur nataru tahun lalu (2019) menurun sedikit dibanding momen libur Nataru tahun sebelumnya (2018). Tapi penurunannya tidak terlalu signifikan seperti Nataru tahun ini. ‘’Tapi, libur nataru sekarang turun cukup jauh dibanding momen yang sama tahun lalu (2019),’’ ungkapnya.
Padahal, lanjut dia, pihak WBL sudah menurunkan tarif saat libur nataru kali ini hampir 10 persen. Meski begitu, tak mampu mendongkrak jumlah pengunjung. ‘’Untuk momen nataru ini kami menyediakan tiket terusan ke Mazoogo juga. Tapi pengunjungnya tetap sepi banget,’’ katanya.
Titin mengatakan, minimnya jumlah pengunjung diyakini akibat pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). Apalagi kasus positif SARS-CoV-2 itu mengalami kenaikan pada akhir tahun ini. ‘’Pengaruhnya cukup besar, terutama di sektor pariwisata,’’ ujar Titin.
Selain itu, tambah dia, sejumlah daerah memberlakukan pengetatan terhadap warganya untuk berlibur ke luar daerah. Dalam beberapa hari ke depan, diakui Titin, belum ada pengunjung yang melakukan reservasi (pemesanan) tiket. ‘’Belum ada reservasi yang masuk,’’ pungkas Titin.
Editor : Indra Gunawan