Radar Bojonegoro - Rencana pembangunan gapura perbatasan dipastikan batal tahun ini. Namun, dinas perumahan, kawasan pemukiman, dan cipta karya (PKCK) masih belum memastikan pelaksanaanya tahun depan. Namun, perencanaan pembangunan gapura itu sudah selesai dilakukan tahun ini. Awalnya, semua gapura perbatasan akan dibangun tahun ini.
Seperti gapura perbatasan Bojonegoro-Nganjuk di Kecamatan Gondang, perbatasan Bojonegoro-Lamongan di Kedungadem, dan perbatasan BojonegoroNgawi di Kecamatan Margomulyo. ‘’Rencananya semua akan dibangun baru, tapi batal,’’ ujar Kasi Pertamanan dan Pema kaman DPKCK Doni Agus Setyawan kemarin (15/11).
Rencananya, menurut Doni, gapuragapura itu akan dibangun sesuai potensi lokal. Misalnya, di Kecamatan Kedungadem banyak potensi bawang merah, gapuranya akan dibangun dengan ikon tanaman perasa tersebut.
Di Kecamatan Margomulyo identik budaya Samin, gapuranya juga akan dibangun dengan Tugu Samin. ‘’Semua gapura akan menyesuaikan dengan potensi lokal,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Doni menjelaskan, perencanaan pembangunan gapura-gapura itu sudah selesai. Tinggal pelaksanaan pekerjaan konstruksinya. Namun, pandemi Covid-19 membuat rencana pembangunan gapura batal. Anggaranya dipangkas penanganan Covid-19.
‘’Perencanaan sudah selesai. Tinggal pelaksanaan,’’ jelasnya. Meski demikian, lanjut dia, pihaknya belum bisa memastikan apakah tahun depan jadi dibangun. Sebab, pihaknya belum memastikan. Itu karena tahun depan juga ada perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru.
‘’Bisa jadi dibangun, tapi ditangani dinas lain. Bisa juga masih ditangani kami,’’ ujarnya. Pihaknya belum mendapatkan kepastian terkait dengan hal itu. Sehingga, pembangunan gapuragapura itu juga belum bisa dipastikan. Pandemi Covid-19 memang membuat banyak kegiatan fisik terganggu. Tahun ini ada Rp 1 triliun lebih anggaran yang dialokasikan Covid-19. Dana itu ada yang tidak terpakai dan ada yang terpakai. ‘’Yang tidak terpakai akan dialokasikan tahun depan,’’ ujar anggota komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.
Lasuri menjelaskan, tahun depan pembangunan infrastruktur juga masih akan berlanjut. Sebab, fokus pemkab memang masih perbaikan infrstruktur. ‘’Kalau pemangkasan akibat Covid-19 tahun depan mungkin sudah tidak ada. Karena sudah dialokasikan sejak awal. Sehingga, tidak sampai mengganggu perencanaan awal,’’ jelasnya.
Editor : Indra Gunawan