Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penemuan Benda Kuno di Pertambakan Desa Tawangrejo Lamongan

Indra Gunawan • Jumat, 6 November 2020 | 22:00 WIB
Penemuan Benda Kuno di Pertambakan Desa Tawangrejo Lamongan
Penemuan Benda Kuno di Pertambakan Desa Tawangrejo Lamongan

Radar Lamongan - Areal pertambakan di Dusun Kauman, Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, menyimpan benda-benda kuno yang diduga masuk cagar budaya. Ditemukannya terakota, bata, hingga pecahan guci kuno itu berawal saat seorang petani mengeruk tambaknya. 


Awalnya, salah satu petani setempat melakukan pengerukan di area tambaknya akhir bulan lalu. Tanah tersebut untuk pengurugan di makam setempat. Ketika tanah diangkut ke pikap, terlihat benda aneh.


Setelah dibersihkan, ternyata benda tersebut patung menyerupai perempuan. Masyarakat sekitar kemudian menyerahkan benda tersebut kepada pemdes setempat. ‘’Temuan tersebut sudah kita laporkan kepada pihak Disparbud Lamongan, yang sudah menindaklanjuti ke sini,’’ tutur Masbukhin.


Setelah ditelururi lebih lanjut, sekitar lokasi temuan terakota juga banyak temuan benda kuno. Di antaranya batu bata, gerabah, serta pecahan keramik kuno. Benda – benda itu berserakan di sekitar area pertambakan desa setempat.


Temuan batu bata kuno merata hampir sepanjang 2 kilometer (km) yang melewati tiga dusun. Yakni, Dusun Getung, Kauman, dan Deyo. Menurut cerita turun temurun, temuan batu bata kuno tersebut membujur dari arah utara, dari Dusun Getung hingga Dusun Deyo.


‘’Warga sini sejak dulu sudah banyak menjumpai temuan batu bata, gerabah, dan uang kuno di sekitar sawah pertambakannya,’’ jelas Masbukhin. BPCB Jatim menduga fungsi dari terakota sebagai mainan atau hiasan di dalam rumah. Salah satu tim BPCB Jatim, Widi, menduga lokasi tersebut bekas pemukiman kuno.


Dugaan itu didukung temuan berupa pecahan gerabah dan keramik era Dinasti Song. Untuk mencari bukti yang lebih kuat, maka harus dilakukan tinjauan dan survei lebih mendalam di lokasi penemuan benda-benda kuno tersebut. ‘’Harus ada survei mendalam khususnya untuk menemukan adanya struktur bangunan yang masih tersisa,’’ ujar Widi saat meninjau lokasi.

Editor : Indra Gunawan
#berita lamongan #lamongan