Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Waspadai Telur Infertil

Indra Gunawan • Kamis, 11 Juni 2020 | 21:00 WIB
Waspadai Telur Infertil
Waspadai Telur Infertil

Radar Lamongan - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan memantau peredaran telur. Sebab, dikhawatirkan ada kiriman telur infertil dari luar daerah.


Padahal, telur untuk penetasan tersebut tidak baik bagi kesehatan bila dikonsumsi. ‘’Kami sudah menindaklanjuti dengan memantau ke lapangan, dan belum menemukan beredar di Lamongan,’’ tutur Kepala Disperindag Lamongan M Zamroni kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (10/6).


Dia menyatakan, pengecekan dilakukan ke distributor telur dan pasar. Indikatornya, ada telur yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan di pasaran.


‘’Kita melihatnya dari situ saja. Dengan berpatokan dari harganya,’’ imbuh Zamroni. Dia mengklaim sempat berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Lamongan terkait telur infertil.


‘’Jadi patut dicurigai kalau ada telur di pasaran harganya jauh lebih murah. Kalau ada pasti akan kita cek, apakah itu telur infertil atau tidak,’’ katanya.


Telur infertil dan telur konsumsi sulit dibedakan dari fisik di luar. Perbedaan baru diketahui di dalam isinya. Telur infertil memiliki bulat yang tidak simetris dan kuning telurnya mudah pecah.


‘’Kalau dari informasi yang kami terima, memang tidak baik untuk dikonsumsi,’’ ujar Zamroni. Harga telur ras konsumsi saat ini Rp 23 ribu per kilogram (kg). Menurut dia, pasokan telur di Lamongan masih cukup bagus.


‘’Harga masih stabil dan tidak ada gejolak di pasar,’’ katanya. Penjualan telur infertil atau hatched egg (HE) untuk konsumsi melanggar Permentan Nomor 32 tahun 2017. Yakni tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras dan telur konsumsi.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Sukriyah belum berhasil dikonfirmasi terkait bahaya konsumsi telur infertil. Ketika dihubungi, terdengar nada sambung. Namun, ponsel itu tak kunjung diangkat. Pesan singkat via WhatsApp juga belum dibalas hingga berita ini ditulis.

Editor : Indra Gunawan
#berita lamongan #lamongan