BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Alat berat untuk menunjang produksi gas di Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) bakal kembali melintas di Jalan Bojonegoro. Sebelumnya yang melintas absorber, kali ini giliran selexol.
Alat berat ini lebih unik. Selexol bentuknya lebih panjang. Sekitar 33 meter. Selexol atau tabung baja tersebut berbobot 57 ton. Kemarin (9/1) alat berat tersebut kembali parkir di Jembatan Timbang Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno.
Rencananya moving alat berat ini dilanjutkan untuk menuju Lapangan JTB di Kecamatan Ngasem. ‘’Prosesnya (pengiriman) terus berjalan,’’ kata Direktur Utama Pertamina EP Cepu (PEPC) Jamsaton Nababan kemarin (9/1).
Jamsaton menuturkan, untuk menunjang produksi gas di Lapangan JTB, dibutuhkan absorber empat unit, dan selexol dua unit. Alat itu ditargetkan sudah terpasang semua tahun ini. Sebab, tahun depan diproyeksikan gas di Lapangan JTB sudah berproduksi.
Dua unit selexol, ukurannya berbeda. Untuk selexol section 1 beratnya 91 ton. Dan panjangnya 34 meter. Berdiameter 4 meter. Sedangkan, selexol section 2 beratnya 57 ton, penjangnya 33 meter, dan diameternya lebih kecil, yaitu 3 meter.
Sedangkan untuk absorber yang sudah pernah melintas, panjangnya sekitar 15 meter dengan berat rerata lebih dari 100 ton. ‘’Untuk pengiriman terus berjalan, tapi ditangani rekanan,’’ ujarnya.
Sementara itu, Site Manager PT Rekind Zainal Arifin belum bisa dikonfirmasi terkait rencana melintasnya alat berat JTB tersebut. Beberapa kali dihubungi ponselnya terdengar nada sambung, namun tak diangkat. Pesan singkat yang dikirim sampai berita ini dikirim juga belum dibalas. (msu/cho/rij)