Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Jadi Jalur Alternatif, tapi Proyek Belum Tuntas

Bachtiar Febrianto • Senin, 6 Januari 2020 | 22:32 WIB
Jadi Jalur Alternatif, tapi Proyek Belum Tuntas
Jadi Jalur Alternatif, tapi Proyek Belum Tuntas

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pembangunan jalan cor di wilayah Kecamatan Kedungadem, membuka akses dan menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Lamongan, Jombang, Mojokerto, dan Kediri. Namun, pengerjaan jalan cor itu ada yang belum selesai, persisnya di ruas jalan Kedungadem-Kesongo. 


Perlu diketahui, Desa Kesongo berbatasan dengan Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, Lamongan. Jika diikuti terus jalannya akan ada dua pilihan jalur. Menuju Kecamatan Kota Lamongan dan Desa Kabuh, Kabupaten Jombang. Jika ke selatan akan menuju beberapa kota sekaligus. Yakni Jombang (Kota), Mojokerto, hingga Kediri.


Padahal, kini masyarakat Kecamatan Kedungadem dan sekitarnya mulai memilih jalur tersebut menuju beberapa kota/kabupaten tersebut. Berbeda jika melintas Jalan Raya Bojonegoro-Babat justru terlampau jauh dan memutar.


Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, masih ada sekitar 1,5 kilometer proyek Jalan Kedungadem-Kesongo belum tuntas. Tepatnya turut di Desa Tumbrasanom. Kondisinya sebagian ada sudah diberi landasan cor (tipis) dan ada pula yang belum. Rerata baru sekadar pasir atau tanah berkerikil. Lubang berbesi berada di pinggir jalan juga telah tertutup tanah.


Bidin, salah satu warga Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem mengatakan, Jalan Kedungadem-Kesongo menjadi jalur langganannya. Kebetulan ia bekerja di Surabaya. Jarak rumahnya dengan Jalan Raya Babat-Jombang (Desa Kabuh, Kecamatan Jombang) sekitar 25 kilometer.


‘’Biasanya sampai sana butuh waktu sekitar 30 sampai 40 menit. Lebih dekat dan cepat dibanding lewat Babat,” katanya.


Ia melewati Kabupaten Mojokerto, kemudian Krian, Kabupaten Sidoarjo dan sampailah di Surabaya. Namun, dengan kondisi proyek jalan tak tuntas, tetap mengganggu kelancaran berkendara. ‘’Yang belum selesai itu jalanan turut desa saya. Sisanya ke selatan sampai Desa Kesongo sudah selesai,” terangnya.


Zian, salah satu warga Kecamatan Sumberrejo juga merasakan hal sama. Dulu semasa kuliah di Malang ia sering mengakses jalan tersebut. Saat ini pun masih melewati jika hendak ke Malang. ‘’Meski tak sebagus Jalan Raya Bojonegoro-Babat, jalanan itu sepertinya sudah biasa dilewati kendaraan dari luar kota. Karena jaraknya lebih dekat dan cepat,” ujar dia.


Menurut dia, jika jalanan mulai dari Pohwates hingga Kedungadem mulus, akan mendongkrak perekonomian warga sekitar. Sebab, menjadi alternatif selain Jalan Raya Bojonegoro-Babat.


‘’Semoga dapat segera terselesaikan pengerjaannya,” harapnya. (dny/rij)

Editor : Bachtiar Febrianto