BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sangkar burung di wahana wisata Dander Park sudah lama setelah usai dibangun. Namun, jenis burung ternyata tidak beragam. Bahkan, hanya ada satu jenis burung di dalamnya, yakni merpati.
Tentu, kurang menarik pengunjung wisata. Dan, menanyakan ragam burung hias. Mengingat bangunan sarang burung yang dibangun 2018 itu cukup besar. Petugas wahana wisata Dander Park menilai pengisian burung terkendala izin.
Wahyu, salah satu pengunjung lokasi senang melihat sangkar tersebut. Namun, sayangnya burung yang ada di dalamnya tidak lengkap. Jika lebih banyak burung yang beragam akan lebih menarik. ’’Kalau burungnya macam-macam akan lebih bagus,’’ keluh warga Kecamatan Sugihwaras itu.
Koordinator Pengelola Dander Park Pramono mengatakan, belum diisinya sangkar burung itu karena terkendala izin. Yakni, izin pengadaan burung. Sebab, untuk melakukan pengadaan burung izinnya beragam. ’’Harus ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dulu dan lain-lain,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (29/12).
Selain itu, menurut dia, tidak setiap burung bisa dibeli. Hal itu membuat pengadaan tidak bisa dilaksanakan dengan cepat.
Meski begitu, lanjut Pramono, pengunjung di sangkar burung tetap banyak. Mereka penasaran dengan bangunan bulat besar itu. ’’Sangkar itu memang berencana diisi. Tapi, hingga saat ini masih belum,’’ ujar mantan sekretaris desa (sekdes) itu.
Pramono menjelaskan, pihaknya tidak akan melakukan pengisian burung itu secara sembarangan. Karena itu, untuk pengisian burung harus menunggu perizinan. ’’Kita belum bisa memastikan kapan akan diisi burung,’’ ujar dia.
Sangkar burung di Dander Park dibangun 2018 lalu. Bersamaan dengan jembatan yang menghubungkan antara kolam dan sangkar. Untuk masuk ke area sangkar burung, pengunjung tidak perlu membayar lagi. Sudah masuk dengan tiket masuk Dander Park. (zim/rij)
Editor : Bachtiar Febrianto