BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Lima jembatan di jalan nasional, persisnya sepanjang Baureno-Kalitidu diperkuat. Proses penguatan yang diberikan baja itu nantinya akan dilintasi kendaraan berat mengangkut peralatan proyek gas di Jambaran Tiung Biru (JTB).
Berat alatnya mencapai 113 ton. Kalau total dengan pengangkutnya mencapai 180 ton yang akan melintasi jembatan. Hanya, proses penguatan lima jembatan belum selesai. Padahal, dalam waktu dekat sudah memasuki musim hujan.
’’Kalau bisa penguatan itu harus selesai secepatnya. Sebelum musim hujan,’’ ungkap Kristanto Yudha, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional di Bojonegoro kemarin (7/10).
Yudha menjelaskan, proses penguatan jembatan itu sudah sejak dua bulan lalu. Jumlahnya ada lima jembatan yang diperkuat. Semua jembatan berlokasi di jalan nasional. Yakni, Semar Mendem Baureno, Sumberrejo, Kapas, Jetak, dan Kalitidu.
’’Jembatan itu diperkuat karena dilintasi beban berat,’’ beber Yudha, sapaan akrabnya.
Jembatan itu diperkuat bagian bawahnya. Yakni, ditambah baja agar lebih kuat. Sebab, beban yang melintas diperkirakan mencapai 100 ton lebih. Jembatan-jembatan itu tidak mungkin kuat jika tidak diperkuat. Apalagi usia jembatan sudah tua. Penguatan jembatan itu dilakukan PT Rekayasa Industri (Rekind), konsorsium mengerjakan proyek pengembangan lapangan JTB.
Site Manager PT Rekind Zaenal Arifin menjelaskan, proses penguatan sudah 95 persen. Hanya tinggal Jembatan Pacal di Kecamatan Kapas, yang belum selesai. ’’Hanya satu itu yang masih belum finishing. Lainnya sudah hampir usai,’’ jelasnya.
Beban alat berat yang akan melintasi jembatan itu memang sangat berat. Sehingga, jembatan harus diperkuat agar tidak rusak. ’’Berat alatnya mencapai 113 ton. Kalau total dengan pengangkutnya mencapai 180 ton,’’ ungkap Zaenal.
Jumlah alat yang akan melintas itu tidak hanya satu. Melainkan empat alat. Jadi, ada empat kali alat besar akan melintas. ’’Alatnya nanti dari Gresik,’’ bebernya.
Beratnya alat itu membuat perjalanan tidak akan bisa lama. Perjalanan akan memakan waktu 4 hari. Sehingga, pengguna jalan di kawasan itu harus bersabar. ’’Nanti akan kita sosialisasikan lebih lanjut,’’ jelasnya.
Alat itu nantinya akan melintas November mendatang. Awalnya, bulan ini. Namun, diundur karena ada proses harus dilalui.
Editor : M. Yusuf Purwanto