Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Satu Balita Terkena HIV

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 5 Oktober 2019 | 20:00 WIB
Satu Balita Terkena HIV
Satu Balita Terkena HIV

LAMONGAN, Radar Lamongan - Penyebaran penyakit human immunodeficiency virus (HIV) kembali menyerang anak di bawah umur. Tahun lalu, ada lima kasus anak dalam perhatian petugas kesehatan setempat.


Sejak Agustus lalu, ditemukan satu balita lagi yang mengidap HIV. “Ada satu balita dan sekarang dalam penanganan dokter,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, Bambang Susilo.


Dia mengatakan, pihaknya masih mengkonsultasikan ke dokter anak di rumah sakit. Sekaligus menentukan dosis yang sesuai untuk minum ARV. Setelah itu, baru diserahkan ke poli VCT/PDT untuk diberikan obat ARV.


Karena memiliki efek samping yang serius, lanjut dia, balita harus diperhatikan secara khusus. Karena balita hanya mengonsumsi susu, dosis yang diberikan juga tidak seperti anak atau dewasa. Efek samping setelah mengonsumsi ARV ini seperti mual, nafsu makan turun, dan diare.


Menurut Bambang, edukasi diberikan kepada orang tua penderita. Mereka harus telaten memberikan obat kepada anaknya. Selama ini, anak-anak yang mengidap penyakit tersebut agak sulit minum obatnya. Anak harus dipaksa minum obat supaya tidak memicu terjadinya penyakit penyerta. “Kalau daya tahan tubuh turun bisa menambah penyakit penyerta,” tuturnya.


Bambang menjelaskan, rutin mengonsumsi ARV bisa menekan penyebaran virus di dalam tubuh. Meski belum bisa menyembuhkan, tidak menutup kemungkinan bila kekebalan tubuh bertambah. Sehingga, virus tersebut bisa mati.


Bambang menambahkan, kasus anak tahun lalu juga masih ditangani sampai sekarang. Mereka rutin mengonsumsi ARV. Sedangkan balita ini masih dilakukan pendekatan untuk rutin minum ARV.


Secara global, lanjut dia, kasus penularan penyakit ini terjadi penurunan. Januari - Oktober tahun lalu, terdapat 145 kasus. Sedangkan tahun ini 49 kasus. Jika ditotal mulai 2002 - 2018 terdapat 1.014 kasus.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#kasus anak #lamongan