BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Debit air Sungai Bengawan Solo yang dangkal menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota. Belasan bocah riuh penuh keseruan ketika bluron (mandi di sungai).
Seperti kemarin (29/7) sore anak-anak tak takut tenggelam karena ketinggian air hanya sepaha. Mereka terlihat asyik salto di atas air. Sesekali menyelam. Terkadang iseng mencipratkan air ke muka temannya.
Eta, 14, salah satu bocah asyik bluron mengatakan, usai asar biasanya sudah menceburkan diri di Sungai Bengawan Solo. Ketika senja mulai datang, satu per satu bocah mulai mentas. ’’Hampir tiap hari selalu mandi di sungai. Enak segar,’’ celetuk Eta kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Menurut Eta, mandi di bengawan tak mengenal musim. Entah kemarau atau penghujan tetap saja mandi. Namun, apabila musim penghujan terlihat arusnya deras, mereka tentu tidak akan nekat untuk bluron.
Selain bluron, biasanya di bantaran sungai juga ada beberapa warga yang asyik memancing. ’’Kadang orang yang mancing itu yang mengingatkan kalau arusnya sedang deras,’’ katanya.
Meski air di sungai sedang tak terlalu dalam, namun Eta dan teman-temannya mampu menikmati bluron dengan penuh suka cita.
Editor : Bachtiar Febrianto