KOTA - Personal identification numbers (PIN) jenjang SMA/SMK bisa digunakan mendaftar di seluruh sekolah di Jawa Timur. Akibatnya, sekolah tidak dapat memastikan pengambil PIN sebagai pendaftar di lembaganya.
“Sementara ada 387 peserta mengambil PIN, semoga mereka mendaftar di sini semua,” harap Kepala SMAN 3 Lamongan, Sholihin.
Menurut dia, waktu pengambilan PIN lebih lama sesuai kebijakan provinsi. Selain itu, PIN bisa digunakan di seluruh lembaga di Jatim. Mereka yang mengambil PIN di lembaga A, tidak harus mendaftar di lembaga tersebut. Karena itu, Sholihin khawatir apabila ada selisih angka antara pendaftar dan jumlah peserta yang mengambil PIN. Padahal, jumlah rombel tahun ini penuh, 36 anak. Tahun lalu, hanya 34 anak.
Terkait adanya zonasi, menurut dia bisa menguntungkan dan bisa juga tidak. Alasannya, wilayah irisan kebijakannya masih menyesuaikan zona.
Dia mencontohkan, calon peserta dari Kecamatan Sukodadi. Tempat tinggal jaraknya lebih dekat ke lembaga A di luar zona. Sementara pendaftaran tahun ini mengutamakan dalam zona. Karena itu, seluruh keputusan akan dilaporkan ke provinsi. Termasuk untuk pendaftaran offline yang dibuka tiga hari ke depan.
Sementara itu, jalur prestasi sementara ada tiga pendaftar. Sementara mitra warga lebih banyak. Namun, Sholihin tidak menyebutkan jumlahnya. Menurut dia, lembaga dan provinsi akan melakukan verifikasi langsung ke rumah untuk memastikan bahwa anak tersebut tidak mampu. “Kita utamakan buruh, penerima KIP, dan yatim piatu,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lamongan, Kiswanto, menuturkan, sampai sekarang ada 283 peserta yang mengambil PIN. Besar kemungkinan mereka juga mendaftar di lembaganya. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, selisih peserta yang mengambil PIN dan mendaftar tidak berbeda jauh. Untuk calon peserta dari jalur prestasi, perpindahan orang tua, dan mitra warga, menurut dia, terus berdatangan.
“Kita tunggu saja sampai hari terakhir,” pintanya.
Editor : M. Yusuf Purwanto