BOJONEGORO - Kondisi jalan poros Sugihwaras-Dander, tepatnya Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, cukup memprihatinkan dan terbengkalai. Sebab, kurang lebih sepanjang 200 meter, hanya separo dari lebar jalan saja yang rampung di cor. Jalan tersebut merupakan sisa pembangunan Januari 2019 lalu.
Sumarmi, salah satu warga sekitar mengatakan, jalan tersebut merupakan sisa dari pembangunan yang dilakukan sejak November 2018 hingga Januari 2019 lalu.
“Lambatnya material yang datang menjadi penyebab tidak rampungnya pengerjaan sesuai jadwal. Sebab, pekerja ditarget Februari awal sudah harus selesai,” kata dia kemarin (5/5).
Lanjut dia, saat pengerjaan, terdapat sekitar 10 pekerja. Mereka juga tergolong rajin. Namun, sayangnya hal tersebut tak dibarengi dengan ketepatan serta ketersediaan material.
“Waktu itu para pekerja kerap mengeluh, sudah siap bekerja tapi malah materialnya yang belum ada. Pernah juga material semen datang, tapi hanya satu molen saja,” ujarnya.
Warga sekitar yang lain, Kamidi menambahkan, antarpengendara jalan kerap berebut atau terkesan tidak mau mengalah dan memilih jalan yang mulus. Terlebih untuk pengendara roda empat.
“Kendaraan dari barat ke timur tidak menggunakan lajur yang seharusnya. Mereka mengambil jalur kanan, sehingga kendaraan dari timur terpaksa menunggu,” jelas dia.
Tak jarang saat malam dan hujan turun, jalanan tersebut membuat pengendara terjatuh. Sebab, kondisi yang licin dan bergelombang. Terlebih, tidak adanya lampu jalan.
“Kalau hujan banyak pengendara yang jatuh karena licin. Apalagi malamnya gelap tidak ada lampu jalan,” tuturnya.
Kedua warga setempat tersebut berharap agar jalan di desanya itu segera diperbaiki. Sebab, kondisinya yang cukup parah dan memprihatinkan, terlebih rumah warga yang tepat berada di muka jalan.
Editor : M. Yusuf Purwanto