BOJONEORO - Motor listrik karya Muhammad Faiz Kholili ini cukup membanggakan Bojonegoro. Bentuknya unik. Desainnya menyerupai sepeda chopper. Namun, siapa sangka, pemuda asal Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, ini mengombinasikan barang bekas dan beragam perkakas motor agar menjadi utuh.
Kholili, sapaannya, tengah mempersiapkan rencana touring dengan sepeda listriknya. Ini touring ketiga. Sebelumnya, motor listrik dibuatkan selama tiga tahun ini telah dicoba touring di Kecamatan Ngasem dan Malo.
“Rencananya keliling Kecamatan Trucuk. Tapi, menunggu waktu yang tepat,” ujar guru MA dan MTs Islahiyah Kecamatan Kalitidu kemarin (9/4).
Sepeda listrik buatan M. Faiz Kholili memang unik. Tidak ditemukan di toko sepeda manapun. Maklum, dia membuatnya sendiri. Dengan biaya Rp 5 juta. Pembuatannya memakan waktu selama 3 tahun.
Sekali me-charge atau mengisi baterai selama 5 jam. Sepeda listrik dibuat sejak 2016 itu bisa menempuh perjalanan sejauh 40 kilometer (km). Kecepatannya juga lumayan, 35 km per jam. Hampir sama dengan sepeda listrik buatan pabrikan.
Kholili menjelaskan secara detail komponen dan bahan sepeda listriknya. Untuk rangkanya, dia menggunakan rangka sepeda BMX, sepeda mini, dan besi batangan. Itu tidak dia beli. Kebetulan di rumahnya ada barang-barang bekas. Bahkan, dari situlah muncul ide untuk membuat sepeda listrik.
Ban belakang diberi ban motor vespa. Sedangkan, ban depannya menggunakan ban motor matik. Kombinasi yang pas. Dia menggunakan ban itu agar unik. Meskipun sangat memengaruhi laju kecepatannya.
“Ban itu sangat memengaruhi. Tapi kalau ban biasa tidak unik,” tuturnya.
Untuk suspensi atau shock dia menggunakan dari Yamaha RX King 100. Sehingga, tahan goncangan saat berkendara di medan yang sulit. Untuk stang, Kholili menggunakan onderdil motor roda tiga Viar. Sehingga, sekilas tampilannya mirip Harley Davidson.
Paling sulit adalah menentukan komponen listriknya. Yakni, baterai dan dinamo. Untuk dinamo, guru berusia 30 tahun itu menggunakan jenis BLDC 500 watt dengan tegangan 48 volt. Sedangkan baterai, dia menggunakan jenis SLA 12 Volt 12 ampere. Baterainya empat buah sekaligus.
Untuk pengendali sistem motor atau controller, Kholili menggunakan ukuran 48 volt 500 watt. Alat untuk mengalirkan listrik dari batrai/aki ke lampu dan klakson atau reducer menggunakan ukuran 48 volt 12 volt.
Alumnus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang itu mengatakan, awalnya dia menyiapkan anggaran Rp 7 juta. Ternyata tersisa Rp 2 jutaan. Sehingga, total pembuatan hanya butuh dana Rp 5 juta. “Kalau dihargai ini ya Rp 7 juta,” ujarnya dengan senyum.
Editor : M. Yusuf Purwanto