BOJONEGORO - Sejumlah peternak mulai mengeluhkan sapinya terserang penyakit indigesti atau gangguan pencernaan. Keluhan itu pun sudah diterima Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro.
Penyebabnya masih sering ditemukan peternak yang kurang konsisten dalam memanajemen pemberian pakan ternak sapi. “Penyakit indigesti kalau tidak ditangani dengan benar, tentu bisa saja menyebabkan kematian,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Disnakkan Sugiharti Sri Rahaju.
Dia mengatakan, penyakit yang rawan menyerang hewan ternak seperti sapi ialah indigesti. Meski terdengar sepele hanya sekadar gangguan pencernaan, namun apabila tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian.
Dia mengimbau agar para peternak konsisten memberikan pakan seperti rumput. Konsistensi dimaksud, ialah jenis, kualitas, dan usia rumput. Apabila ada perubahan jenis rumput, sebaiknya diberikan secara bertahap dari segi kuantitasnya.
Karena di dalam lambung sapi ada mikroba mengurai pakan. Jadi butuh adaptasi untuk mencerna setiap makanan yang masuk. “Kalau tidak konsisten memberikan pakan, efeknya ketika terserang penyakit indigesti di antaranya nafsu makan berkurang, kembung, diare, atau bahkan sulit buang air besar,” imbuhnya.
Sementara itu, Hendri salah satu dokter hewan disnakkan menambahkan, cuaca pancaroba seperti sekarang ini rawan penyakit bagi hewan ternak. Tak hanya sapi, tapi juga unggas. Jadi, para peternak harus mampu menjaga kebersihan kandang.
Serta tak pernah lupa menyemprot disinfektan. Adapun virus penyakit yang biasa menyerang unggas ialah Newcastle disease (ND) dan snot/coryza. “Jangankan hewan, manusia juga mudah terserang penyakit di musim pancaroba seperti sekarang ini,” jelasnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto