KAPAS – Ada hal unik ditawarkan oleh warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas. Mereka mengajak warga untuk mengingat masa-masa tempo dulu dengan menghadirkan Sare Ngat atau biasa disebut Pasar Minggu. Pasar yang dibuka hanya hari Minggu pagi itu menjual aneka jajanan tradisional dan banyak spot untuk berswafoto.
Andri, salah satu warga Kelurahan Jetak mengungkapkan, baru pertama kalinya main ke Sare Ngat. Ia merasa cukup asing dengan jajanan-jajanan yang dijual. Tapi, ia suka dengan konsep pasarnya, karena ada kolam di tengah pasar dan sudut-sudut untuk berswafoto. Dia pun cukup kaget ketika hendak membeli harus menukarkan uang rupiahnya menjadi koin.
“Cukup seru dan jadi tahu jajanan-jajanan tradisional, rasanya kayak njajan di pasar zaman dulu, karena harus beli pakai koin, tidak boleh pakai uang kertas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mojodeso Warsiman menerangkan bahwa Sare Ngat memang dibuat untuk menjadi destinasi wisata bagi warga lokal maupun luar kota. Pasar yang dibuka akhir Januari lalu itu memang menyediakan berbagai jajanan tradisional dengan suasana tempo dulu.
“Di sana banyak kuliner lawas ala ndeso seperti nasi jrintil, nasi gobed, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga kerajinan-kerajinan tangan buatan warga Mojodeso,” jelasnya.
Ia pun mengatakan, setiap pekannya kurang lebih ada 300-an pengunjung yang datang di lokasi pasar tersebut. Warsiman sebisa mungkin mempromosikannya melalui media sosial, sebab lokasi pasarnya berada di dalam gang. Adapun tiap pekannya akan selalu ada hal-hal baru untuk memberikan pengalaman yang lebih baik para pengunjung.
“Kami usahakan selalu promosi lewat media sosial dan terus melakukan inovasi agar tidak monoton,” pungkasnya.
Editor : M. Yusuf Purwanto