SEMENTARA itu, beberapa sungai di kawasan Bengawan Jero yang masih ada airnya mengalami hambatan aliran airnya. Sebab rata-rata dipenuhi dengan tanaman Enceng Gondok. Seperti sungai di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah. Menurut seorang warga setempat, Supardi, Tumbuhan Enceng Gondok semakin lebat jika tidak dibersihkan. Karena tumbuhan ini sangat mudah berkembang biak di air.
‘’Lebatnya Enceng Gondok bisa menghambat aliran air dan memperlambat pertumbuhan ikan,’’ ujarnya kamis (19/7). Dia mengungkapkan, saat musim kemarau seperti saat ini, volume air akan berkurang. ‘’Dengan adanya tumbuhan pengganggu itu, air sulit mengalir ke areal sawah tambak,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut dia, sejumlah warga kerap memanfaatkan sungai untuk ditanami ikan sebagai sumber penghasilan.
Ketika ikan tidak bisa berkembang akibat adanya tanaman pengganggu tersebut, penghasilan warga bisa terganngu. Sehingga harus sering bekerjasama membersihkannya. ‘’Meski sudah dibersihkan, dalam waktu singkat sudah memenuhi sungai lagi. Kami kuwalahan memberantasnya,’’ ujar dia. Sekretaris Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, M Jufri, mengklaim, musim kemarau tanaman eceng gondok banyak yang mati.
Karena beberapa sungai dan rawa mongering. Namun dia tidak menampik jika beberapa wilayah masih ada air dan Enceng Gondok tumbuh subur. “Kalaupun ada jumlahnya tidak banyak, karena air perlahan sudah hampir habis,” ujarnya. Menurut Jufri, selama ini kewenangan membersihkan Enceng Gondok melekat di desa masing-masing. Karena masyarakat yang memanfaatkan sungai. Sehingga harus ada kesadaran.
Pihaknya hanya fokus untuk memperbaiki jaringan dan plengsengan. Dia menambahkan, ketika masyarakat akan memanfaatkan airnya, berarti harus merawat sungainya. Sebab petugas pengairan di lapangan tidak memiliki kewenangan untuk bersih-bersih sungai. ‘’Desa bisa mengantisipasi dengan meminta seluruh warganya untuk kerjasama membersihkan sungai,’’ tuturnya
Editor : Muhammad Suaeb