KOTA - Perbaikan fondasi Jembatan Kaliketek dipastikan berlangsung tahun ini. Saat ini, rencana perbaikan itu proses lelang. Perbaikan jembatan ini kian penting, karena tiang penyangga jembatan menghubungkan Bojonegoro-Tuban itu tidak lagi menancap di dasar sungai dan sebagian menggantung. “Saat ini proses lelang. Setelah itu akan segera dilaksanakan,“ kata Kasi Perbaikan Jalan UPT Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi di Bojonegoro Purwanto.
Purwanto menjelaskan, sudah melaporkan kerusakan fondasi jembatan itu akhir Mei lalu. Pemerintah provinsi akan mengalokasikan anggaran perbaikan. “Jika sudah masuk proses lelang, tahun ini akan dikerjakan,“ terang dia. Namun, Purwanto belum bisa memastikan kapan pengerjaan akan dimulai. Sebab, pemerintah provinsi belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai tanggal pelaksanaan.
“Pastinya tetap tahun ini,“ jelasnya. Hingga kini, lanjut Purwanto, masih ada penambangan pasir di kawasan tersebut. Padahal, pihaknya sudah memasang peringatan larangan agar tidak melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Sebab, aktivitas penambangan di kawasan itu sangat membahayakan fondasi jembatan.
Purwanto menjelaskan, fondasi Jembatan Kaliketek mengalami abrasi di bagian bawahnya. Sehingga, fondasinya tidak lagi utuh menancap ditanah. Kondisi itu sangat berbahaya bagi jembatan setiap harinya dilalui kendaraan besar. “Saya sendiri juga khawatir, apalagi masih ada penambangan pasir,“ jelasnya.
Purwanto menjelaskan, penambangan pasir hanya diperbolehkan jika jaraknya tidak terlalu dekat dengan jembatan. Jika terlalu dekat, memengaruhi fondasi jembatan. “Kerusakan fondasi saat ini karena selalu ada aktivitas penambangan. Bahkan, itu sudah berlangsung bertahun-tahun,“ tegasnya.
Editor : Muhammad Suaeb