KOTA - Tingginya tingkat persaingan hotel di Bojonegoro memicu PT Griya Dharma Kusuma (GDK) berencana melebarkan sayap di sektor pariwisata. BUMD yang bergerak di bidang perhotelan itu, ingin mengelola lokasi wisata Tirtawana Dander. Langkah ini agar GDK mampu meningkatkan pendapatan. Namun, tindak lanjut dari rencana itu masih samar dan belum mendapat kejelasan. “Memang ada rencana ke situ, tentu untuk kebaikan BUMD juga,” kata Kabag Perekonomian Bojonegoro Rahmat Junaidi senin (7/5).
Rahmat mengatakan, tingginya tingkat persaingan bisnis hotel, memicu BUMD lebih kreatif mengembangkan sayap usaha. Salah satu opsi GDK melirik ikut mengelola Tirtawana Dander sebagai lokasi wisata kontemporer yang mampu mengundang banyak pengunjung. Secara umum, menurut Rahmat, opsi tersebut mampu menghadirkan untuk saling menguntungkan antara GDK dan pengelola Tirtawana Dander, yakni dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).
Sebab, mengandung unsur promosi pariwisata untuk memperbesar jumlah kunjungan. Tentu, GDK dan disbudpar bisa mendapat keuntungan dari sistem tersebut. Meski, model spesifi k masih belum dibahas lebih jauh. Direktur GDK Nila Puri Wijaya menjelaskan, sudah berbicara dengan sejumlah pihak rencana bersinergi dengan disbudpar dalam mengelola Tirtawana Dander. Hanya, dia mengaku hingga kini belum ada kesepakatan resminya.
“Memang sudah dibicarakan tapi belum klir,” jelasnya. Kalaupun bakal segera disepakati, menurut Nila, ada sejumlah tempat bakal dipugar dan direhab terlebih dahulu. Tentu butuh waktu yang cukup memulai kerja sama pengelolaan tempat wisata tersebut. Puri memperkirakan rencana itu bisa terwujud pada 2019 mendatang. “Lagian pesanggrahan dan tempat diklat masih akan direhab terlebih dahulu. Rencana running di tahun 2019,” ucapnya.
Editor : Muhammad Suaeb