BOJONEGORO – Biaya ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ternyata masih dipusingkan oleh dinas pendidikan (disdik) setempat. Sebab, anggaran dari pusat yang diharapkan hingga kini belum jelas alokasinya. ''Tahun lalu memang ada anggaran itu. Tapi ini kami belum bisa memastikan,'' ungkap Kabid Paud dan Dikmas Disdik Bojonegoro Nandar.
Nandar menjelaskan, tahun lalu Kemendikbud mengucurkan anggaran senilai Rp 20 ribu untuk paket B per peserta dan Rp 25 ribu untuk paket C per peserta. Dana itu diperuntukkan pelaksanaan unas. Namun, tahun ini belum ada kejelasan apakah dana itu masih akan diberikan atau tidak. ''Ini yang tidak bisa kami pastikan. Semoga saja ada,'' ungkap Nandar.
Dia melanjutkan, tahun ini Kemendikbud tidak mengucurkan anggaran unas untuk sekolah formal. Namun, Kemendikbud menginstruksikan agar unas dianggarkan dari biaya bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, di siswa kejar paket tidak ada BOS. Sehingga, masalah anggaran itu masih menjadi masalah tersendiri. ''Ini nanti yang akan kami usahakan,'' ungkap dia.
Tahun ini siswa kejar paket semuanya menerapkan UNBK. Mereka akan menumpang di sekolah formal dalam melaksanakannya. Menumpang tersebut tentunya bukan tanpa biaya. Tetap harus mengganti biaya listrik dan upah proktor di sekolah itu. ''Kalau honor proktor sudah kami siapkan,'' jelasnya.
Kabid SMP Disdik Bojonegoro Puji Widodo menjelaskan, tahun ini biaya pelaksanaan UNBK memang tidak ada. Sebab, Kemendikbud menilai anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan UNBK sudah bisa dicukupi dari BOS. ''Sudah dialokasikan di BOS,'' jelasnya.
UNBK memang tidak menelan biaya terlalu banyak. Di antaranya, biaya pengambilan, penjagaan, dan pengembalian naskah soal kini sudah tidak ada. Sehingga, biaya-biaya seperti ini dipangkas oleh pusat. ''Biaya unas yang ada saat ini hanya sosialisasi,'' jelasnya.
Puji menjelaskan, biaya UNBK yang ditanggung oleh BOS adalah honor pengawas dan proktor. Dana itu nilainya tidak terlalu besar, sehingga tidak dialokasikan khusus dari pusat. ''Tahun lalu masih ada. Namun, mulai tahun ini sudah ditiadakan,'' jelasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto