Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Air Sumur Ajaib Ternyata Tidak Layak Konsumsi, Ini Penjelasannya

Bachtiar Febrianto • Kamis, 15 Februari 2018 | 19:01 WIB
Air Sumur Ajaib Ternyata Tidak Layak Konsumsi, Ini Penjelasannya
Air Sumur Ajaib Ternyata Tidak Layak Konsumsi, Ini Penjelasannya

BOJONEGORO - Air sumur ajaib dipercaya mampu menjadi obat berbagai penyakit di Dusun Ngembet, Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, ternyata tidak layak konsumsi. Itu diketahui setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro mengambil sampel dan melakukan pengujian di laboratorium. 


“Dari hasil uji lab, air tersebut tidak layak dikonsumsi,” tegas Kasi Pengendalian Lingkungan DLH Nur Rahmawati kemarin (14/2). 


Nur mengatakan, hasil uji lab sumur ajaib kemarin, secara parameter fisik dan kimia, memang tidak didapati adanya unsur melebihi baku mutu.


Tapi, untuk parameter biological, khususnya total Coliform berdasar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 Tahun 1990, sudah sangat melebihi baku mutu. 


Baku mutu total Coliform sesuai Permenkes adalah 50 MPN/100 ml. Sedangkan, hasil lab menunjukkan jika total Coliform sebesar 265 MPN/100 ml.


Sehingga, air tersebut tidak layak untuk diminum langsung karena bakteri Coliform saat berada di pencernaan manusia bisa memicu terjadinya gangguan. 


“Air tersebut tidak layak diminum karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan,” jelasnya. 


Dengan hasil uji lab tersebut, dia meminta secara tegas agar masyarakat tidak mengonsumsi secara langsung air tersebut. Setidaknya, tidak meminum dalam kondisi mentah.


Tetapi, harus dimasak terlebih dahulu. Sebab, sejauh ini, dari banyak laporan masyarakat, air diminum secara langsung. Namun, air tersebut boleh digunakan mandi dan cuci tangan.


Asal, kata dia, tidak dimasukkan ke pencernaan. Keberadaan air sumur terletak di tengah sawah tersebut, kata dia, memang banyak membuat masyarakat mendatanginya dan tidak jarang meminumnya di tempat. 


Karena itu, dengan hasil uji lab, diharap masyarakat segera mengetahuinya.  Kepala DLH Nurul Azizah mengatakan, hasil uji laboratorium Lingkungan Jasa Tirta menunjukkan jika air di sumur tersebut tidak layak diminum.


Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat berkunjung ke tempat itu tidak mengonsumsi air tersebut. Kalaupun mengonsumsi, harus dimasak terlebih dahulu. “Kalau bisa jangan dikonsumsi karena bisa mengganggu pencernaan,” pungkas dia

Editor : Bachtiar Febrianto
#uji lab #bojonegoro