Persatu Tuban begitu dielu-elukan bisa berjaya di Liga 2. Sayang, tim yang dimanajeri Fahmi Fikroni itu hanya numpang lewat di kompetisi kasta kedua nasional tersebut. Kegagalan ini tidak hanya berdampak pada nasib pemain, namun juga Ronggomania, sebutan suporter Persatu Tuban di bawah naungan Republik Ronggomania.
---------------------------
ZAKKI TAMAMI, Tuban
---------------------------
AWAL 2017 seakan menjadi tahun Ronggomania. Di hampir semua pertandingan Persatu, suporter ini muncul. Terutama ketika timnya laga home base di Stadion Lokajaya Tuban.
Ketika main di kandang sendiri, Ronggomania selalu menempati home base-nya di utara stadion. Dari sektor inilah, mereka memberikan dukungan atraktif dan kreatif melalui yel-yel yang koreogratif.
Debut Persatu bergaung ketika Laskar Ronggolawe mengawali kompetisi resmi Liga 2 sejak April lalu.
Seiring rapor buruk yang dihadapi Persatu membuat kelompok suporter ini seakan turut tenggelam.
Persisnya pasca Persatu Tuban kalah 0-1 melawan tuan rumah PSBI Blitar di Stadion Panataran Blitar.
‘’Kita vakum kegiatan resmi,’’ kata Presiden Republik Ronggomania Indra Bagus Burhanudin, kemarin.
Meski tanpa kegiatan, komunikasi antarsuporter tetap berjalan. Hubungan antarkoordinator wilayah juga terjaga.
Salah satu buktinya, pasca Persatu Tuban gagal di Liga 2, Republik Ronggomania tetap menghadiri peresmian korwil Kecamatan Semanding.
Bahkan, sepekan lalu, Ronggomanita, kelompok suporter Persatu dari kaum hawa ini usai kopi darat (kopdar) di pantai dengan jumlah anggota yang lumayan banyak. ‘’Kita turut menghadiri,’’ tutur Indra, sapaan akrabnya.
Untuk tetap menjaga eksistensi dan seduluran seluruh Ronggomania, akhir tahun ini bakal digelar kopdar akbar.
Agar kopdar tersebut berjalan sukses, pihaknya akan mengundang sejumlah mantan pemain Persatu Tuban di Liga 2 2017.
Diundangnya mantan skuad Persatu juga untuk mengobati kerinduan suporter dengan pemain.
Selain kopdar, sebagian besar anggota Ronggomania juga merindukan suasana stadion.
Salah satu solusinya, terang dia, sebagian besar Ronggomania memilih mendukung tim bertanding di kompetisi internal.
Seperti kemarin sore, dalam final Bupati Cup antar sekolah di Stadion Lokajaya Tuban, musik perkusi juga ikut turun lapangan.
Kejuaraan lain yang menjadi pengobat rindu Ronggomania adalah menghadiri kompetisi internal Askab PSSI Tuban maupun kompetisi lainnya.
Indra mengatakan, untuk komunikasi dengan manajemen Persatu, sampai saat ini masih tersendat dan belum mengarah pada masa depan.
Editor : Bachtiar Febrianto