BOJONEGORO – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 diproyeksikan Rp 3,4 triliun. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun ini yang hanya Rp 3 triliun.
Kepala DPKAD Bojonegoro Ibnu Soeyuthi mengatakan, perbedaan besaran anggaran tahun ini dibanding tahun depan terletak pada nilai dana bagi hasil (DBH) migas.
Tahun ini, DBH migas dipasang 100 persen. Sedangkan tahun lalu hanya dipasang 70 persen.
’’Tahun ini sepertinya juga akan ada revisi. Tidak sampai 100 persen,’’ ungkapnya.
Ibnu menjelaskan, ada sekitar Rp 300 miliar anggaran yang akan diberi tanda bintang. Artinya, pendapatan pada proyeksi anggaran tersebut masih belum dipastikan.
’’Jika ada uangnya akan dibayar, jika tidak ada uangnya ya tidak terbayar. Makanya, kemungkinan pemasangan DBH tidak sampai 100 persen,’’ jelasnya.
Tahun depan, besaran DBH sebesar Rp 1,1 triliun. Kemungkinan, DBH hanya akan dipasang sekitar Rp 700 miliar.
Itu menyesuaikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 33 Tahun 2017 tentang Penyusunan APBD 2018.
’’DPRD saat rapat meminta dipasang 100 persen. Tapi, kita akan bahas lagi,’’ ungkapnya.
Raperda paling lambat akan disahkan akhir bulan ini. Saat ini tahapan penyusunan APBD 2018 masih dalam pembahasan dengan DPRD.
Proyeksi besaran APBD 2018 tersebut berasal dari pendapat asli daerah, dana perimbangan dan pendapatan lain yang sah.
Pendapatan asli daerah nilainya diproyeksikan Rp 449 miliar. Sedangkan dana perimbangan nilai diproyeksikan sebesar Rp 2,2 triliun.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Nyoman Sudana mengatakan, dibanding tahun ini, proyeksi APBD lebih besar tahun depan.
Tahun ini APBD induk sebesar Rp 3 miliar. Sedangkan di P-APBD sebesar Rp 3,1 miliar. ’’Saat ini pembahasannya masih dilakukan. Masih ada perubahan-perubahan,’’ ungkapnya.
Nyoman menjelaskan, tahun ini DBH migas yang diterima anjlok. Akibatnya, APBD tahun ini tidak sebanyak tahun depan.
Tahun depan, lanjut dian, DBH migas yang diterima juga tidak mengalami penurunan seperti tahun ini.
Karena itu, nilainya jauh lebih besar. ’’Ya intinya ada pada DBH itu,’’ ungkapnya.
Nyoman menambahkan, pembahasan APBD 2018 diperkirakan selesai akhir bulan ini.
Proses pembahasan saat ini masih berlangsung antara eksekutif dengan legislatif.
Editor : Bachtiar Febrianto