Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bocah SD Tewas Gara Gara Wahana Rekreasi di Lamongan

Bachtiar Febrianto • Rabu, 25 Oktober 2017 | 13:40 WIB
bocah-sd-tewas-gara-gara-wahana-rekreasi-di-lamongan
bocah-sd-tewas-gara-gara-wahana-rekreasi-di-lamongan


KOTA – Wisata Bahari Lamongan tidak hanya disorot karena tunggakan pajak Rp 8 miliar. Keamanan wahana yang ditawarkan juga mulai menjadi pembicaraan. Gara – garanya, seorang bocah SD kemarin (24/10) dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan medis akibat tertimpa reruntuhan bangunan wahana wisata kereta lorong Senin (23/10). 


Korban itu bernama Arga Heri Setiawan, 11. Bocah kelas V SDN 1 Cabak, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu sempat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Dr Soegiri Lamongan.


Satu korban lainnya, Agus Wibowo, 11, dirujuk ke RSUD Pati. Sebab keluarganya ingin korban menjalani perawatan medis yang lokasinya dekat dengan rumah.


Sebelumnya, dua korban itu sempat dibawa ke RS Suyudi Paciran. Namun, RS tersebut kemudian memberikan rujukan.


Setyo Wahati, 30, ibu Arga Heri Setiawan, menuturkan, pihak sekolah anaknya mengadakan kegiatan berlibur. 


Selain siswa kelas V, juga murid kelas VI. Rekreasi itu menggunakan dua bus. Setiap anak, didampingi ibunya.


‘’Untuk bus yang saya tumpangi berjumlah 27 siswa bersama orang tuanya masing – masing.


Suami saya saja tak ikut liburan karena tak muat. Jadinya bekerja di rumah,’’ ujarnya sambil meneteskan air mata. 


Kapolsek Paciran, AKP Fadil, mengatakan, dua korban awalnya menaiki kereta lorong gua buatan.


Saat kereta masuk ke terowongan, tiba – tiba bangunan tersebut runtuh. Akibatnya, reruntuhan bangunan menimpa kedua korban. 


‘’Korban bernama Arga Heri Setiawan dirujuk di RSUD Lamongan sedangkan Agus Wibowo dibawa ke RSUD Pati.


Keduanya mengalami luka di bagian kepala,’’ katanya.


Kawasan area hiburan tersebut kini diberi police line. Polisi bakal melakukan penyelidikan terkait runtuhnya bangunan tersebut.


Fadil menduga  bangunan tersebut berusia sekitar 6 tahun dan kondisinya keropos. Atau, tak kuat terkena getaran saat kereta lewat. 


‘’Bisa saja dikatakan kelalaian hingga mengakibatkan korban. Meskipun sudah ada pengecekan atau perawatan, tak teliti betul. Bisa juga dikatakan musibah,’’ tutur perwira balok tiga di pundaknya ini.


Aris Wibawa, direktur WBL, menjelaskan, pihak manajemen perusahaan sudah bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa kedua korban. Biaya perawatan korban di rumah sakit sampai pulang semua ditanggung. 


‘’Korban yang meninggal dunia, manajemen melakukan pertanggungjawaban semua, baik pengobatan, pemakaman serta santunan bagi korban,’’ tulisnya melalui pesan singkat. 


Menurut dia, satu wahana dijaga satu hingga dua orang, tergantung jenis permainannya.


Selain itu, ada petugas sendiri yang melakukan pengecekan. Selama setahun, dilakukan pengecekan dua kali. 


‘’Bangunan tersebut masih berumur perkiraan 6 tahun. Kejadian tersebut memang murni musibah, tak dikehendaki selama ini,’’ katanya.   


Wakil Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan,  dr. Eko Budi Santoso, mengatakan, Arga Heri Setiawan meninggal setelah menjalani perawatan di ICU selama sekitar 24 jam.


Saat ditangani RSUD, korban dalam keadaan tidak sadarkan diri. ‘’Korban mengalami luka di bagian kepala belakang  hingga mengalami cedera gegar otak berat,’’ jelasnya.


Menurut dia, kepala korban terkena benturan  keras. ‘’Pihak dokter yang menangani sendiri sudah melakukan perawatan yang semaksimal mungkin. Tetapi nyawa korban masih juga tidak tertolong,’’ ujarnya. 

Editor : Bachtiar Febrianto