Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dirazia, Temukan Video Porno di Ponsel Siswa

Bachtiar Febrianto • Jumat, 13 Oktober 2017 | 14:10 WIB
dirazia-temukan-video-porno-di-ponsel-siswa
dirazia-temukan-video-porno-di-ponsel-siswa

BOJONEGORO –Seakan tak ada kapok-kapoknya siswa membolos saat jam sekolah. Meski sering dirazia dan diamankan, namun masih ada saja siswa yang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah. Parahnya, saat diperiksa ada di antara siswa tersebut yang menyimpa video porno di handphone-nya. ”Kami mengamankan 10 siswa,’’ ujar Kepala Satpol PP Achmad Gunawan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur Beny Subiakto kemarin (12/10).


Dia mengatakan, 10 siswa yang diamankan itu seluruhnya laki-laki. Mereka berasal dari dua sekolah.  Yakni, SMKN 2 dan SMKN 3 Bojonegoro. Mereka berusia 15 sampai 19 tahun. Setelah dibawa dari warung kopi tempat mereka nongkrong, mereka diangkut ke kantor satpol PP di kompleks Pemkab Bojonegoro.


Mereka didata dan diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi. ”Kami panggil gurunya masing-masing agar tahu kelakuan siswanya. Karena masih jam sekolah, masih menjadi tanggung jawab sekolah, sehingga orang tuanya tidak kita panggil,’’ terangnya.


Untuk siswa yang menyimpan film porno diberi pembinaan khusus. Handphone sempat disita dan file filmnya dihapus. Setelah membuat pernyataan, handphone dikembalikan. Sebelum diizinkan dibawa ke sekolah oleh gurunya masing-masing, ke-10 siswa itu diminta menghafal teks Pancasila.


Beny menjelaskan, keberhasilam mengamankan siswa yang membolos itu berkat bantuan dari masyarakat. Semula, ada laporan dari masyarakat, bahwa di sebuah warung kopi di Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo banyak dijumpai siswa yang masih berseragam nongkrong dan ngopi. Padahal, masih menunjukkan jam sekolah. ”Setelah terima laporan, kami bergerak. Ternyata benar, lalu kita amankan untuk diberikan pembinaan,’’ katanya.


Beny berharap, siswa yang lain tidak mengikuti sikap kurang baik siswa yang diamankan itu. Sebab, mereka tidak masuk sekolah dan malah nongkrong di warung kopi. Padahal, dari rumah mereka pamit untuk sekolah. Namun, mereka tidak menuju sekolah untuk belajar namun bermain dengan teman-temannya.



Kepada masyarakat, Beny berharap untuk bisa ikut mengawasi. Artinya, tanggung jawab mendisiplinkan siswa bukan hanya ada di sekolah atau aparat, namun masyarakat juga punya tanggung jawab. Bentuk tanggung jawab itu dengan memberikan laporan petugas seperti yang dilakukan kemarin. Juga bisa menegur langsung jika menemui siswa yang membolos sekolah. ”Kami berharap masyarakat juga peduli dan ikut mengawasi,’’ tandasnya.(ono/nas)

Editor : Bachtiar Febrianto