Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengunjungi Rumah Duka Korban Laka Bus Dali Prima

Bachtiar Febrianto • Kamis, 7 September 2017 | 15:30 WIB
mengunjungi-rumah-duka-korban-laka-bus-dali-prima
mengunjungi-rumah-duka-korban-laka-bus-dali-prima



SUASANA haru menyelimuti rumah duka korban yang telah meninggal akibat ditabrak oleh bus PO Dali Prima jurusan Surabaya – Bojonegoro pukul 18.30 pada Selasa (5/9) malam lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia, di antaranya pasangan suami istri Muhammad Dikron, 45; Khusnul Kuwatim, 30; dan anak bungsunya Reza yang masih berusia 6 bulan.


Sedangkan anaknya yang nomor dua Dewi Mardhatul, 10, luka-luka dan dirawat di RS Muhammadiyah Babat. Mertua Muhammad Dikron, Achwan menceritakan dengan penuh rasa sedih karena telah ditinggalkan oleh anak bungsunya yakni Khusnul Kuwatim bersama suaminya serta cucu kesayangannya.


Sambil sesenggukan dia bercerita dengan terbata-bata bahwa kejadian awalnya Muhammad Dikron pukul 14.30 Selasa (5/9) lalu sudah ke rumah Achwan di Dusun Tulung Desa Karangan Kecamatan Kepohbaru dan pulang ke rumah hendak membeli pakan ayam pukul 16.00.


Namun setelah salat Maghrib, Achwan mengatakan cucunya atau anak kedua Dikron mengajak untuk ke rumahnya kembali. “Anaknya yang nomor dua meminta diantar ke rumah Mbah Kung (Achwan), namun di perjalanan ternyata terkena musibah tersebut,” jelasnya.


Achwan mengungkapkan,  tidak ada firasat apapun sebelumnya. Dia memeroleh kabar dari kerabatnya pukul 19.00 ketika jenazah sudah berada di rumah duka. Tangis pun tak bisa tertahankan, Achwan sangat sedih kehilangan orang-orang kesayangannya secara sekaligus.


“Saya tidak punya firasat apapun, saya hanya bisa pasrah dan ikhlas, semoga anak-anak dan cucu saya meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin,” katanya. Sambil bersalaman kepada seluruh pentakziyah, Achwan terlihat sangat tegar menghadapi rasa kehilangan tersebut. Sedari kemarin (6/9) pagi, ratusan pentakziyah terus berdatangan memberikan empati kepada keluarga tersebut. 


Pentakziyah didominasi oleh ratusan siswa-siswi sekaligus guru serta pegawai dari Yayasan Bina Manfaat tempat Muhammad Dikron bekerja. Adapun dari MAN Baureno juga takziyah ke rumah duka untuk memberikan santunan serta semangat untuk seluruh keluarga yang ditinggalkan.


Selain itu, pihak Jasa Raharja juga datang, setelah itu pihak Kemenag pun ikut berbelasungkawa. Kepala Yayasan Bina Manfaat, Muhibudin mengungkapkan bahwa Dikron merupakan orang yang supel, baik, dan cukup humoris. Namun, hari-hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, guru PAI di MTs Madinatul Ulum sekaligus MAN Baureno itu menjadi pendiam.


“Sebelum meninggal, Dikron sedikit pendiam, tidak seperti biasanya, jadi hanya ngobrol seperlunya kepada guru-guru lain,” tuturnya. Tetapi, Muhibudin juga ikut bersedih, sebab memang Dikron merupakan orang yang santun dan baik. “Dikron selalu jadi imam di masjid sekolah,” katanya.


Selengkapnya baca di Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro hari ini...

Editor : Bachtiar Febrianto