Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Hanya 11 Desa Terima Bantuan Keuangan

Bachtiar Febrianto • Jumat, 11 Agustus 2017 | 14:00 WIB
hanya-11-desa-terima-bantuan-keuangan
hanya-11-desa-terima-bantuan-keuangan

KOTA – Tidak semua desa bakal menerima bantuan keuangan (BK) dari Pemkab Bojonegoro untuk pengembangan wisata desa. Dari 54 lebih proposal yang masuk, dinas pariwisata dan kebudayaan (disbudpar) setempat hanya memilih 11 potensi wisata.


Kesebelas desa itu di antaranya, Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar; Kebun Blimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu; Perahu Ngintir di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu; Ngintir di Desa Ngunut, Kecamatan Dander; dan Watu Gandul di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang.


Juga Gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo; Kebun Salak di Desa Wedi, Kecamatan Kapas; Wisata Edukasi di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas; Kampung Samin di Kecamatan Margomulyo; Jambu Kristal di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Air Terjun di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang.


Menurut Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid, 11 desa itu dipilih menyesuaikan anggaran daerah. Selain itu, jenis kegiatan atau potensi harus memiliki visi, misi, dan program jelas. Sebab, ketika potensi suatu desa bisa terbentuk akan memiliki daya tarik wisatawan, secara otomatis ekonomi kreatif akan terbangun seiring dengan perkembangan potensinya. ’’Lebih dari 54 ajuan potensi desa masuk tetapi dipilih sebelas untuk dilakukan pengembangan,” ujarnya kemarin (10/8).


Terpisah, Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Wisata Disbudpar Bojonegoro Suyanto menjelaskan, sejumlah desa sudah aktif menyampaikan potensinya. Tapi, semua itu harus melalui empat tahapan, di antaranya regulasi, daya dukung, pengelola, dan mitra. Keempat komponen tersebut harus dipenuhi agar ke depan bisa mendapat dukungan terkait pengembangannya. 


Suyanto menambahkan, pengelolaan wisata tersebut membutuhkan anggaran cukup besar. Meski pemkab berperan sebagai fasilitator, namun kelengkapan dan fasilitas sebagai destinasi lokal harus dipenuhi. Seperti mushola, toilet, papan petunjuk, dan gazebo. ’’Untuk anggarannya ditargetkan Rp 650 juta, sehingga masing-masing desa menerima besaran berbeda sesuai kebutuhannya,” paparnya.



 


 


Editor : Bachtiar Febrianto
#wisata desa