KOTA – Sumur tua yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya 1872, masih kokoh berdiri di dasar Bengawan Solo, turut Desa Jetak, Kecamatan Bojonegoro.
Warga kelurahan setempat, Hariyanto, mengatakan, sumur tua tersebut akan terlihat ketika musim kemarau panjang.
Adapun diameter sumur tua tersebut 6 meter dengan kedalaman 1 meter, karena sedimentasi Bengawan Solo.
Hariyanto menjelaskan, sebenarnya dulu sumur tua tersebut berada di tepi Bengawan Solo, namun karena proses alam dan terkikis tiap tahunnya, sumur tersebut menjorok ke tengah bengawan.
Beberapa warga setempat pun biasanya menemukan benda-benda bersejarah di sekitar sumur tua tersebut. ”Benda tua yang kerap ditemukan di sekitar sumur yaitu koin-koin zaman belanda dan slongsong peluru,” pungkasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto