Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Seragam Gratis Belum Jelas

Bachtiar Febrianto • Minggu, 16 Juli 2017 | 14:10 WIB
seragam-gratis-belum-jelas
seragam-gratis-belum-jelas

BOJONEGORO - Rencana pemberian segaram sekolah gratis untuk SMA/SMK hingga kini masih belum ada kejelasan. Padahal, besok (17/7) sudah memasuki awal pelajaran baru. Kebijakan ini jangan sampai membingungkan sekolah dan wali murid. Ternyata, sudah ada wali murid yang membeli seragam sendiri.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim di Bojonegoro Sumiarso menjelaskan, informasi mengenai adanya segaram gratis sudah ada sejak Maret lalu. Namun, teknis pembagiannya belum mengetahui. Termasuk belum dapat memastikan, apakah seragam akan dibagikan dalam waktu dekat atau masih lama. 


Sebab, hingga kini masih belum ada informasi lebih jauh mengenai seragam gratis tersebut. Rencana seragam gratis ini untuk putih abu-abu dan pramuka. ‘’Kami juga tidak bisa memastikan kapan seragamnya diberikan,’’ ujarnya.


Sumiarso menjelaskan, pendataan penerimaan seragam sudah dilakukan sejak lama. Di Bojonegoro, jumlahnya lebih 9.000 siswa SMA dan SMK. Untuk pembagiannya, pihaknya meminta masyarakat bersabar. 


Berdasarkan informasi diperolehnya, saat ini program seragam SMA/SMK gratis masih dalam proses lelang. Jika ditingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah klir, seragam akan segera dikirimkan ke kabupaten/kota. 


Menurut Sumiarso, saat ini sebagian besar siswa sudah membeli seragam sendiri. Baik membeli di sekolah atau membeli di pasar. Sebab, tidak ada keharusan bagi siswa untuk membeli segaram di sekolah. ‘’Saat ini semuanya sudah beli segeram sendiri,’’ jelasnya. 


Sumiarso yakin, seragam tersebut tetap akan dibagikan. Namun, waktu pembagiannya harus menunggu informasi provinsi. Hari pertama masuk sekolah berlangsung besok. Pada hari pertama masuk sekolah besok, wali murid atau orang tua siswa SMA/SMK diharuskan mengantarkan anaknya. 


Hal tersebut sama seperti yang terjadi di jenjang SD dan SMP. ‘’Itu instruksi dari pusat,’’ jelasnya.


Kebijakan ini, tutur Sumiarso, untuk mendekatkan orang tua dengan sekolah. Juga, orang tua harus mengetahui bagaimana kegiatan siswa di sekolah di hari pertama. (zim/rij) 

Editor : Bachtiar Febrianto